Kisah Misteri, Mendengar Suara Kereta Tengah Malam di Seputar Kotagede-Pleret

JogjaUpdate.com (20/06/18), Beragam kisah misteri di seputaran Jogja, salah satunya suara di tengah malam. Kalau sebelumnya pernah dibahas suara drumband dan gamelan, kini kita bahas suara kereta tengah malam.

Baca Juga: Mitos Tengah Malam Mendengar Suara Drumband Di Jogja

Beberapa responden yang berada di sekitaran Kotagede hingga Pleret, mengakui kalau mereka mendengar suara kereta api pada tengah malam. Padahal tidak ada rel kereta api yang aktif di wilayah tersebut.

Rel kereta api terdekat berada di Janti, kira-kira 5 km dari Kotagede dan lebih dari 6 km dari Pleret. Apakah suara kereta bisa terdengar sampai sejauh ini? Seperti diketahui, di siang hari tidak pernah terdengar suara kereta sampai wilayah ini.

Baca Juga: Mitos Mendengar Suara Gamelan Tengah Malam

Mari kita bahas suara misterius ini dalam dua sudut pandang. Simak berikut ini:

1. Cocoklogi

Kalau dibahas secara cocoklogi, dulu memang ada rel kereta api yang aktif dari Pleret hingga Kotagede. Yaitu jalur kereta api Ngabean-Pundong, seperti dilansir Wikipedia.

Jalur ini dibangun oleh Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij pada tahun 1917-1919. Kala itu dipergunakan untuk mengangkut penumpang dan gula dari pabrik-pabrik gula di Bantul.

Jalur kereta api Ngabean-Pundong
Jalur kereta api Ngabean-Pundong

Salah satu bekas peninggalannya, adalah SMP N 9 Yogyakarta yang berlokasi di Basen. Kalau melihat sejarahnya, sekolah ini dibangun dari bekas Stasiun Basen.

Lalu ke mana rel kereta api itu sekarang? Rel kereta api ini sudah tidak ada sejak awal pendudukan Jepang. Kala itu, Sri Sultan Hamengkubuwana IX memerintahkan mencopoti rel kereta jalur Ngabean-Pundung lalu diserahkan kepada Jepang.

Baca Juga: Pernahkah Merasa Diawasi Padahal Lagi Sendirian?

Hal ini dilakukan sebagai ganti agar Jepang tidak meminta warga Jogja ikut Romusha atau kerja paksa. Alasan yang sama dengan pembangunan Selokan Mataram. Untuk melindungi warga dari Romusha.

Dari kisah inilah, banyak yang mempercayai kalau suara kereta yang mereka dengar di tengah malam adalah kereta kasat mata. Mengingat dulu ada jalur kereta yang lewat wilayah tersebut.

2. Ilmiah

Jangan langsung percaya dulu dengan teori cocoklogi di atas. Kisah tersebut bisa dijelaskan secara ilmiah, mirip dengan misteri suara drumband dan gamelan tengah malam.

Saat malam hari, udara menjadi lebih dingin daripada siang hari. Udara yang lebih dingin ini memiliki kerapatan yang lebih tinggi. Sehingga gelombang suara lebih mudah merambat dan jangkauannya lebih jauh lagi.

Baca Juga: Kisah Misteri, Siman Digondol Wewe

Sehingga tidak heran suara akan terdengar lebih jelas dan lebih jauh saat malam hari. Ini juga yang membuat gelombang radio terdengar lebih jauh saat malam hari.

Belum lagi, gelombang suara bisa terbawa oleh angin. Di saat malam hari, atmosfer mempunyai suhu lebih rendah dari permukaan bumi. Angin pun bergerak dari permukaan bumi yang panas ke atmosfer yang dingin.

Setelah sampai di atmosfer, angin bakal terpantul kembali ke permukaan bumi dengan membawa gelombang suara tersebut. Ini membuat sumber suara terdengar bergerak atau seolah-olah bukan dari lokasi sumbernya.

Ditambah lagi, populis suara di malam hari juga lebih minim dibandingkan siang hari. Suara kereta api tidak terhambat oleh suara-suara lainnya, sehingga terdengar lebih jelas di kejauhan.

Masih belum percaya? Mari kita lihat jadwal kereta api. Ternyata memang ada kereta api yang melintas di Jogja sekitaran tengah malam. Di antaranya Bima dan Mutiara Selatan.

Jadi mana yang lebih kamu percayai? Teori cocoklogi atau ilmiahnya?

Baca Juga: Video Penampakan Sosok Misterius Di Makam Wotgaleh

Agung Pratnyawan on FlickrAgung Pratnyawan on GoogleAgung Pratnyawan on InstagramAgung Pratnyawan on Twitter
Agung Pratnyawan
Content Writer
Freelance Content Writer and Web Developer

Agung Pratnyawan

Freelance Content Writer and Web Developer

You May Also Like