Psikolog dan Psikiater itu Beda, Jangan Sampe Salah

JogjaUpdate.com (22/06/18), Psikolog dan psikiater itu berbeda, jangan disama-samakan dan jangan sampai salah. Karena sama-sama pakai ‘PSI’ di depan namanya, jadi banyak yang salah sangka.

Yang mereka kerjakan sebenarnya sama-sama membantu orang yang bermasalah dengan gangguan kesehatan mental. Tapi cara dan metodenya berbeda.

Baca Juga: 8 Cara Sederhana Mengobati Radang Tenggorokan

Apa itu psikiater?

Psikiater adalah spesialisasi dari ilmu kedokteran. Untuk menjadi psikiater, ia harus lulus sekolah kedokteran dengan strata S1.

Dan setelah selesai mendapatkan gelar dokter umum, ia harus menjalani pelatihan khusus dalam bidang psikiater. Setelah lulus ia bakal bergelar bergelar dokter dan Sp.KJ (Spesialis Kesehatan Jiwa).

Psikiater harus tahu segala diagnosis dan perawatan yang dilakukan untuk setiap kondisi psikologis pasien.

Di negara maju, prakter psikiater legal dilakukan oleh profesional yang bertanggung jawab atas keseluruhan perawatan kesehatan mental pasien.

Karena keahliannya berfokus pada ketidakseimbangan kimia di dalam otak, makanya psikiater akan memberikan resep dan terapi obat (farmakoterapi), terapi stimulasi otak, pemeriksaan fisik dan laboratorium sesuai dengan kebutuhan para pasien.

Apa itu psikolog?

Seorang psikolog tidak belajar di kedokteran, namun ia harus menyelesaikan pendidikan S1 di Fakultas Psikologi.

Setelah lulus S1, ia harus menyelesaikan program profesi untuk praktik menjadi psikolog.

Salah satu cabang psikolog adalah psikolog klinik yang bertugas menangani kejiwaan, mendiagnosa gejala psikologi pasien, dan melakukan psikoterapi.

Psikolog juga berkompetensi melakukan tes psikologi seperti tes IQ, minat bakat, tes kepribadian dan lain sebagainya.

Seorang psikolog juga tidak dapat membuat resep obat kepada pasien, tapi berfokus pada terapi psikososial untuk perilaku, pikiran, dan emosi pasien.

Kerjasama psikolog dan psikiater

Keduanya bekerjasama dalam memberikan terapi terbaik untuk pasien dengan gangguan kesehatan mental. Karena keduanya sama-sama mempelajari cara kerja otak, emosi, perasaan, dan pikiran.

Mereka juga memiliki kompetensi yang sama untuk upaya penanganan, pencegahan, diagnosis, dan pemberian terapi.

Bedanya, psikolog memberikan terapi dengan cara konseling. Sedangkan psikiater dengan cara terapi medis seperti resep obat.

Harus konsultasi ke mana?

Jika kamu merasa mengalami gangguan mental, seperti depresi atau kecemasan, harus konsultasi ke mana?

Sebaiknya konsultasi ke dokter umum terlebih dahulu. Nantinya setelah dianalisa, dokter umum akan memberikan rekomendasi ke psikolog atau psikiater.

Sumber: hellosehat.com/hidup-sehat/psikologi/perbedaan-psikolog-dan-psikiater

Baca Juga: Tanda-Tanda Tubuh Kelelahan Yang Harus Diketahui

Agung Pratnyawan on FlickrAgung Pratnyawan on GoogleAgung Pratnyawan on InstagramAgung Pratnyawan on Twitter
Agung Pratnyawan
Content Writer
Freelance Content Writer and Web Developer

Agung Pratnyawan

Freelance Content Writer and Web Developer

You May Also Like