Pernahkah Merasa Diawasi Padahal Lagi Sendirian?

JogjaUpdate.com (17/10/17), Pernahkah kamu merasa diawasi seseorang? merasa ada orang lain disekitar? Padahal kamu sedang sendirian tidak ada seseorangpun disana. Kadang orang selalu menghubung-hubungkan dengan supranatural atau mistis. Jangan buru-buru takut dahulu, karena hal ini bisa dijelaskan secara ilmuah.

Kadang-kadang, indra keenam kita menangkap sinyal adanya mata yang sedang memperhatikan. Ini karena mata manusia sebenarnya selalu benda-benda di luar bidang pandangnya, walaun tidak menyadari. Profesor Colin Clifford dari Vision Centre University of Sydney mengatakan ini adalah salah satu cara untuk bertahan.

“Pandangan langsung seringkali merupakan sinyal ancaman. Dan jika kita menerima ancaman, tentu kita ingin mengetahuinya. Karenanya mata kita sering mengirimkan sinyal waspada kalau ia melihat sesuatu yang aneh,” ujar profesor Colin Clifford seperti yang dimuat Kompas.com (16/10/17)

Selain itu, pandangan dari orang lain ini juga berarti petunjuk sosial bahawa seseorang ingin berkomunikasi dengan kita. Sehingga mata juga akan menangkapnya sebagai pesan. Namun bagaimana jika memang kita sedang sendirian dan merasa ada mata yang menatap dari sudut ruangan?

Berdasarkan hasil studi yang diterbitkan Science Direct, secara psikologis, perasaan kehadiran yang tidak diketahui ini adalah sebuah ilusi dari persepsi tubuh sendiri yang terkait dengan sensori motor di tiga bagian otak yang berbeda antara korteks temporoparietal, insular, dan terutama frontoparietal.

Singkatnya, perasaan ada seseorang yang menatap atau ada yang sedang di dekat kamu, padahal kamu sedang sendirian, adalah kesalahan pesepsi psikologis dan cerminan tindakan tubuh. Tubuh kita biasanya dapat membedakan antar diri kita dan orang lain, tapi sering informasi ini tercampur.

Giulio Rognini, Ph.D., seorang ilmuwan senior di Laboratorium Cognitive Neuroscience EPFL mengatakan, dalam kondisi ini, orang sering menganggapnya sebagai tanda kehadiran makhluk halus. Padahal itu hanya kesalahan tafsir otak yang mengira tubuh kita adalah tubuh orang lain.

“Saya pikir perasaan kehadiran ini adalah contoh bagus bahwa tubuh dan otak seringkali memberi penafsiran aneh berdasarkan apa yang kita yakini. Orang yang mempercayai makhluk gaib mungkin menganggapnya sebagai kehadiran hantu, tapi mereka yang rasional tidak akan memiliki anggapan seperti itu,” tambah Rognini.

Agung Pratnyawan on FlickrAgung Pratnyawan on GoogleAgung Pratnyawan on InstagramAgung Pratnyawan on Twitter
Agung Pratnyawan
Content Writer
Freelance Content Writer and Web Developer

Agung Pratnyawan

Freelance Content Writer and Web Developer

You May Also Like