Tanpa Jampi-jampi dan Pelet, Ini Trik Restoran Untuk Menguras Kantong Pelanggannya

JogjaUpdate.com (06/11/17), Tidak sedikit orang yang percaya kalau ada oknum restoran yang menggunakan jampi-jampi atau guna-guna dan pelet untuk menarik pelanggannya agar terus makan di tempatnya. Benarkah trik restoran seperti ini berguna? Silahkan kamu sendiri yang menilainya.

Namun ada lho trik restoran tanpa unsur mistis yang banyak digunakan untuk menguras kantong pelanggannya. Seperti yang dimuat Business Insider (02/11/17), berikut ini ada 5 trik restoran yang membuat pelanggannya tanpa sadar memesan makanan lebih banyak:

1. Memakai pencahayaan terang

Pencahayaan yang terang dan penuh seperti lampu fluorescent mempengaruhi mood konsumen. Ini juga memungkinkan restoran untuk memberi pengaruh pada konsumen agar memakan lebih banyak namun tidak berlama-lama di sana. Tanpa sadar pelanggan akan memesan lebih banyak makanan dan langsung pergi setelah selesai.

2. Menawarkan paket makanan

Trik restoran lainnya adalah menawarkan paket makanan, yang biasanya satu set lengkap makanan dengan minuman dan lain-lainnya. Bagi konsumen, membeli paket makanan dikira akan lebih berhemat. Padahal, konsumen membayar lebih banyak dibandingkan hanya membeli satu atau dua menu tunggal yang disediakan.

3. Memainkan musik hits

Sebuah penelitian dari Cornell University tahun 2012 mengungkap, musik pelan seperti jazz atau klasik membuat konsumen bertahan lebih lama di restoran dan makan lebih sedikit. Sebaliknya, jika memutar musik up beat justru menarik lebih banyak konsumen dan segera meninggalkan tempat setelah selesai makan.

4. Menawarkan produk yang sama dengan ukuran berbeda

Kedai kopi Starbucks menawarkan minuman dengan tiga ukuran berbeda. Pembeli memilih ukuran yang paling kecil karena harganya paling murah. Padahal ini merupakan trik restoran untuk meraup untung lebih besar. Tahukah kamu, keuntungan terbesar dari penjualan makanan beberapa ukuran justru dari ukuran yang paling kecil.

5. Parfum berbau makanan

Beberapa restoran ada yang dengan sengaja menggunakan parfum dan stimulan bau makanan agar pengunjung yang datang makan lebih banyak. Inilah mengapa ketika kita ke food court, gerai yang paling penuh adalah yang menawarkan bau makanan yang bisa dicium pengunjung.

Agung Pratnyawan on FlickrAgung Pratnyawan on GoogleAgung Pratnyawan on InstagramAgung Pratnyawan on Twitter
Agung Pratnyawan
Content Writer
Freelance Content Writer and Web Developer

Agung Pratnyawan

Freelance Content Writer and Web Developer

You May Also Like