Jebul Makan Sendirian Bisa Berakibat Buruk Bagi Kesehatan

JogjaUpdate.com (31/10/17), Buat yang belum punya pasangan, mungkin sering makan sendirian. Jika kamu sering makan sendiri, sebaiknya kurangi. Mulailah ajak teman atau kerabat untuk makan bersama-sama, atau gabunglah bersama mereka. Karena ternyata makan sendirian bisa berdampak buruk bagi kesehatan.

Seperti yang dimuat Jurnal Obesity Research and Clinical Practice, diungkapkan orang yang makan sendirian setidaknya dua kali dalam sehari, berisiko besar mendapatkan gangguan metabolisme daripada yang sering makan bersama orang lain. Gangguan metabolisme ini bisa berdampak buruk pada kesehatan.

Disebutkan, gangguan atau sindrom ini bisa menyebabkan tekanan darah tinggi, kolesterol, meningkatkan penyakit jantung, stroke, dan diabetes. Dalam riset tersebut disebutkan risiko makan sendirian pada kesehatan ini lebih berpengaruh besar pada pria dibandingkan pada wanita.

Menurut riset tersebut, pria yang makan sendiri beresiko 45 persen lebih besar mengalami obesitas dan 64 persen lebih besar menderita gangguan metabolisme. Sementara itu, pada wanita yang sering makan sendirian berisiko mengalami gangguan metabolisme sebesar 29 persen.

Walau demikian, para peneliti ini juga menemukan bahwa peningkatan risiko ini tidak signifikan setelah dihubungkan dengan beberapa faktor seperti pendapatan dan gaya hidup. Para peneliti mengungkapkan faktor gaya hidup lebih berperan besar dalam menciptakan gangguan metabolisme, misalnya diet dan stres.

Tapi kalau sudah bergaya hidup tidak sehat dan tidak punya pasangan, lebih baik memperbanyak teman. Agar selalu punya teman untuk makan bersama, dan tidak kesepian lagi. Siapa tahu dari makan bareng malah bertemu pasangan, dan tidak sendirian lagi.

Agung Pratnyawan on FlickrAgung Pratnyawan on GoogleAgung Pratnyawan on InstagramAgung Pratnyawan on Twitter
Agung Pratnyawan
Content Writer
Freelance Content Writer and Web Developer

Agung Pratnyawan

Freelance Content Writer and Web Developer

You May Also Like