JogjaUpdate.com ~ Ada banyak pilihan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang tersedia di pasaran Indonesia. Banyak pilihan memang menyenangkan, namun untuk BBM sebaiknya jangan sering gonta-ganti. Karena ada dampak buruk bagi kendaraan jika sering gonta-ganti BBM.
Untuk bahan bakar jenis Bensin sendiri, Pertamina menyediakan pilihan Premium, Pertalite, Pertamax, dan Pertamax Turbo. Belum lagi dengan produsen lain seperti Shell dengan V-Power dan Super, juga Total dengan Performance 92 dan 95. Tidak ketinggalan pengguna mesin diesel pun juga memiliki beberapa pilihan.
Dengan banyaknya pilihan ini, tidak jarang orang melakukan gonta-ganti BBM. Ada yang karena dana mepet jadi membeli Premium, tapi terkadang beli Pertalite atau Pertamax ketika habis gajian. Tidak jarang juga ada konsumen yang gonta-ganti BBM dari beberapa produsen, sekarang Pertamina besok Shell atau Total.
Baca juga:
– Kenapa AC Mobil Bikin Boros BBM? Ini Penjelasannya
– Beberapa Hal Penyebab Motor Boros BBM Yang Sering Tidak Disadari
– 7 Penyebab Mobil Boros BBM
– Buat Pengguna Mobil Matic, Ini Tips Hemat BBM
Menurut beberapa teknisi dari bengkel dan dealer resmi produsen kendaraan bermotor, gonta-ganti BBM ini bisa berdampak buruk bagi mesin. Mulai dari mesin ngelitik atau knocking, dan tenaga yang loyo. Belum lagi kebiasaan gonta-ganti jenis bensin ini juga menimbulkan residu atau kotoran.
Menurut yang dimuat Solopos.com , Venus Adha, Head Technical Training Quality Assurance Development Honda Wahana Makmur Sejati, berganti-ganti BBM pada motor membuat mesin knocking. Bukannya performa yang didapat, justru mesin jadi boros dan tenaganya loyo.
“Pemakaian bahan bakar yang sering gonta-ganti akan ada pengaruhnya. Hal ini terjadi karena adanya perbedaan tekanan yang diberikan bahan bakar terhadap mesin,” jelas Venus.
Sedangkan menurut yang dimuat detik.com (19/01/11), Abdul Rahman, Service Advisor Asco Daihatsu dampak buruk dari gonta-ganti BBM akan terasa secara jangka panjang. Perpindahan dari bahan bakar satu ke yang lain memang tidak terasa atau terlihat dalam jangka waktu pendek.
“Kalau mencampur bahan bakar beroktan 88 dengan beroktan 92, selama ini belum ada keluhan. Karena pada dasarnya sifat bahan bakar itu sama, hanya berbeda kandungannya di saat pembakarannya saja. Tetapi kalau ini dilakukan secara jangka panjang, lama kelamaan pasti akan dampak tidak baik juga menurut saya,” kata Abdul Rahman.
Baca juga:
– Jangan Pakai Rotator dan Sirine Sembarangan, Hukumannya Dipenjara Sebulan Lho
– Parkir di Turunan atau Tanjakan? Begini Posisi Ban yang Benar
– Tips Untuk Mengingat Lokasi Parkir Di Mall
– Yang Sering Disepelekan Pengendara Padahal Penting
Untuk yang ingin beralih dari Premium ke Pertamax sebaiknya melakukan pengurasan tangki terlebih dulu sebelum mengisi Pertamax. “Ini dimaksudkan agar kotoran yang berada di dalam tangki bisa keluar. Tetapi kalau memang keadaan mendadak tidak apa, asalkan isi di dalam tangki tersebut tidak terlalu banyak,” tambahnya.
Menurut mekanikmitsubishi.com (30/04/17), dampak buruk sering berganti BBM akan berpengaruh pada usia pakai kendaraan. Kebiasaan ini juga menimbulkan masalah dalam bagian mesin, terutama ruang bakar. Juga akan menimbulkan pada jarum pelampung, klep berkerak, bahkan kebocoran kompresi dalam jangka panjang.
Dan seperti diketahui, setiap jenis bahan bakar mempunyai kandungan yang berbeda beda dan tidak semuanya bisa tercampur. Dan bila tercampur pun tidak semuanya menghangsilkan dampak baik, bisa juga malah memperburuk. Karena itulah sebaiknya pilih salah satu saja yang sesuai dengan anjuran dari pabrikan. (061117/23)




