Tips Menghindari Tabrakan Fatal Dengan Hewan Yang Tiba-tiba Muncul

JogjaUpdate.com (09/11/17), Beberapa jalan di Indonesia masih ditemukan hewan-hewan yang berkeliaran. Baik hewan peliharaan, ternak, maupun hewan liar kerap tiba-tiba muncul di jalanan. Hal ini pastinya bisa menyebabkan tabrakan fatal antara pengendara dengan hewan tersebut.

Pastinya semua pengendara akan berusaha untuk menghindari tabrakan fatal dengan hewan-hewan ini. Ada yang berusaha untuk menghindarinya, ada pula pengendara yang tetap nekad menabraknya. Namun kedua cara ini bisa berakibat kecelakaan fatal. Lalu bagaimana cara untuk menghindari tabrakan fatal?

Menurut yang dimuat Liputan6.com (03/11/17), Jusri Pulubuhu, Training Director Jakarta Defensive Driving Center (JDDC) mengungkapkan cara yang bisa dilakukan untuk menghindari tabrakan fatal dengan hewan. Yang paling pertama adalah kewaspadaan dari pengendara, termasuk di jalan sepi.

Berikutnya yang perlu diperhatikan adalah jenis hewan yang melintas. Lihat seberapa berapa besar hewan tersebut, jika kecil seperti ayam, kucing, atau anjing aman untuk ditabrak dengan mobil. “Nah kalau (tiba-tiba hewan melintas) seperti kucing, ayam, atau anjing sikat (boleh di tabrak),” ungkap Jusri.

Namun jika hewan yang tiba-tiba nyelonong tersebut besar, seperti kambing, sapi, atau dinosaurus, ada trik khusus untuk menghadapinya. Ada bagian tertentu dari hewan yang bisa ditabrak agar tidak terjadi kecelakaan fatal, yaitu bagian belakan hewan. Misalnya sapi, kita bisa mengarahkan kendaraan kebagian belakangnya.

Hewan seperti sapi hanya berlari maju, tidak akan berjalan mundur. “Kalau sapi ketakutan atau panik, dia hanya maju atau berhenti celingak-celinguk. Dia tidak pernah mundur. Maka sasarannya, usahakan ambil di titik risiko terendah kerusakan di bagian belakang,” ungkap Jusri.

Namun jika kita mengarahkan ke bagian depan hewan tersebut, bisa berakibat fatal baki pengendara dan kendaraan, juga hewan tersebut. “kalau kita hajar bagian depan, maka dia akan nabrak kita, kalau sampai kita tabrakan, ibaratnya kaya nabrak mobil hingga bisa hancur (mobil rusak dan sapi mati),” kata dia.

“Saya beberapa kali pernah melihat itu. Beberapa tahun lalu saya rally, hancur mobilnya semua, sapinya mati. Apalagi kalau mobil kita tidak punya fitur safety seperti airbag dan lainnya,” tambahnya.

Agung Pratnyawan on FlickrAgung Pratnyawan on GoogleAgung Pratnyawan on InstagramAgung Pratnyawan on Twitter
Agung Pratnyawan
Content Writer
Freelance Content Writer and Web Developer

Agung Pratnyawan

Freelance Content Writer and Web Developer

You May Also Like