JogjaUpdate.com ~ Banyak lomba yang diselenggarakan dalam merayakan hari Kemerdekaan Indonesia. Ternyata di balik lomba di Agustusan seperti lomba balap karung, ada beberapa hal di baliknya. Dan tahukah kamu mengenai sejarah lomba balap karung ini?
Banyak yang menyebutkan kalau sejarah lomba balap karung berasal dari masa pendudukan Jepang. Saat itu rakyat Indonesia sangat menderita hingga karung goni digunakan sebagai bahan baju. Sehingga lomba ini diduga bermakna injak-injak karung goni sebagai wujud kekesalan pada penderitaan.
Baca Juga:
Kisah Pahit Di Balik Sejarah Lomba Panjat Pinang
Tidak Banyak yang Tahu, Ini Sejarah Lomba Balap Karung di Indonesia
Tahukah Kamu, Ada Lima Plengkung Kraton Jogja
#jogja @nikenkjz: #pitulasan pic.twitter.com/X7dszU40fY
— jogjaupdate.com (@JogjaUpdate) August 17, 2015
Namun ternyata, lomba balap karung bukan berasal dari masa pendudukan Jepang. Lomba ini ternyata berasal dari Belanda yang di bawa masuk ke Indonesia. Yang pada akhirnya menjadi populer di kalangan rakyat Indonesia.

Awalnya lomba balap karung dilombakan di sekolah-sekolah bentukan misionaris Belanda. Lalu diperlombakan di Instansi-instansi bentukan Belanda. Karena perlombaan ini sudah lebih dulu populer di Negeri Belanda.
Akhirnya rakyat Indonesia pun mengikuti perlombaan ini dan banyak yang menyukainya. Bahkan di zaman pendudukan Jepang pun perlombaan balap karung masih dilakukan.
Baca Juga:
Sejarah Emoji Yang Sering Dipakai Dalam Chat Hingga Social Media
Ini Penjelasan Ilmiah Kenapa Bisa Melihat Hantu
Makna Ketan, Kolak, Dan Apem Dalam Tradisi Ruwahan Masyarakat Jawa
#jogja @asabukirendi: #pitulasan Lomba mancing 17 Agustus, warga Sumberan RT 09 RW 05 Ngestiharjo Kasihan Bantul pic.twitter.com/JsbiH0Hrbq
— jogjaupdate.com (@JogjaUpdate) August 17, 2015
Dari peraturannya pun tidak banyak terjadi perubahan sejak awal hingga kini. Yaitu adau cepat-cepatan dengan setengah badan masuk ke dalam sebuah karung. Peserta harus melompat-lompat agar tidak terjatuh saat berlomba.

Dulu kala, perlombaan balap karung diikuti oleh anak-anak umur 6 hingga 12 tahun. Namun di Indonesia, orang dewasa pun ikut serta dalam perlombaan ini.
Baca Juga:
Sejarah Kacamata Dan Perkembangannya
Sejarah Gudeg Jogja, Masakan Tradisional Yang Melegenda
7 Wisata Malam Di Jogja Yang Selalu Ramai
#jogjapict @tonytrax: #pitulasan Pagi ini sepak bola lumpur di jl Kaliurang KM 19 Jogja pic.twitter.com/Q3YqU9dQ1q
— jogjaupdate.com (@JogjaUpdate) August 17, 2015
Itulah sejarah lomba balap karung yang awalnya dari Negeri Belanda hingga bisa sampai di Indonesia. (150818/050824)




