Sering Merasa Kembung Setelah Makan Daging? Ini Penyebabnya

JogjaUpdate.com (5/9/17), Makanan yang berbahankan daging menjadi favorit banyak orang, dari daging sapi hingga ayam. Namun tidak sedikit diantara mereka yang sering merasa kembung setelah makan daging? Apakah ada yang salah dengan perut? Salah pengolahan dagingnya?

Menurut yang dimuat liputan6.com, selain kembung ada juga perasaan lelah yang muncul setelah makan daging. Kembung dan lelah ini sebagai tanda bahwa tubuh tidak mampu lagi mencerna daging dengan baik. Jika kedua hal ini terjadi, disarankan untuk tidak mengonsumsi daging dahulu.

Menurut pendiri aplikasi makan sehat Foodstand, Rachna Govani, ada dua kebiasaan yang membuat tubuh jadi sulit untuk mencerna dan menyerap daging. Yang pertama adalah makan terlalu banyak daging. “Salah satu alasan tubuh kesulitan mencerna daging karena mengonsumsi terlalu banyak,” kata Govani.

Govani menyarankan untuk daging merah hanya dikonsumsi seukuran telapak tangan saja. Jika mau mengonsumsi lebih banyak daging merah, maksimal hanya dua kali dari ukuran telapak tangan saja. Melebihi itu, tubuh akan tidak lagi optimal dalam mencerna dan menyerap daging.

Kedua adalah kebiasaan tidak menguyah daging dengan benar. Daging yang tidak dikunyah hingga lembut berpotensi membuat perut kembung. “Saluran pencernaan lebih sulit mencerna daging jika tidak dikunyah dengan baik. Perut lebih mudah mencerna produk nabati dibanding hewani,” kata Govani.

Seberapa enaknya redang daging sapi, sate kambing, atau sate klathak, lebih baik untuk dikunyak dengan benar. Kunyah hingga lembut daging sebelum ditelan. Namun tetap harus diingat juga dengan porsi daging yang dimakan. Makan porsi daging yang secukupnya agar perut tidak kembung.

Agung Pratnyawan on FlickrAgung Pratnyawan on GoogleAgung Pratnyawan on InstagramAgung Pratnyawan on Twitter
Agung Pratnyawan
Content Writer
Freelance Content Writer and Web Developer

Agung Pratnyawan

Freelance Content Writer and Web Developer

You May Also Like