Mengendarai Sepeda Motor Sambil Mendengarkan Musik Itu Berbahaya Lho

JogjaUpdate.com (6/6/17), Sepertinya enak mendengarkan musik sambil menikmati perjalanan diatas sepeda motor. Tapi ternyata mengendarai sepeda motor sambil mendengarkan musik itu berbahaya lho. Sudah banyak kecelakaan bahkan hingga mengakibatkan kematian yang terjadi karena hal ini.

Menurut Jusri Pulubuhu, Training Director Jakarta Defensive Driving Center (JDDC) mengatakan kalau mendengarkan musik akan membuat pengendara kehilangan konsentrasi selama di jalan. Fokus pengendara yang seharusnya pada jalanan di depannya, malah berpindah pada musik.

Berkendara membutuhkan konsentrasi, selain harus meyadari keadaan sekeliling juga harus bisa bereaksi dalam keadaan darurat. ”Jangankan mendengarkan musik, berbicara dengan orang yang dibonceng itu sebenarnya tidak direkomendasikan. Perhatian harus ke pekerjaan berkendara. Tidak hanya depan tapi waspada juga dengan sekeliling motor,” tambah Jusri.

Selain menyalahi norma keselamatan, dengarkan musik sambil berkendara ini juga menyalahi hukum. ”Penggunaan earphone lalu mendengarkan musik sembari berkendara, tidak diperkenankan. Ini bahkan dilihat dari dua aspek yakni norma keselamatan dan hukum,” kata Jusri yang dirilis Otomania.com (24/5/17).

Seperti yang dirilis Viva.co.id (24/5/17), diungkap dalam Pasal 106 Undang Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan disebutkan, setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan wajib mengemudikan kendaraannya dengan wajar dan penuh konsentrasi.

Menurut sebuah studi di Amerika Serikat yang diberitakan The Guardian, diungkap kalau mendengarkan musik sambil berjalan meningkatkan hingga tiga kali lipat risiko kecelakaan. Studi ini dilakukan selama 2004 hingga 2011, mengenai kecelakaan yang terjadi pada pengendara yang mengguanakan headphone.

Ditemukan 116 orang di Amerika yang menggunakan headphone saat berkendara mengalami kecelakaan parah bahkan hingga tewas. Korbannya banyak berusia dibawah 30 tahun (67 persen) dan laki-laki (68 persen). Sebanyak 89 persen terjadi di perkotaan dengan 55 persennya terlindas kereta api.

Agung Pratnyawan on FlickrAgung Pratnyawan on GoogleAgung Pratnyawan on InstagramAgung Pratnyawan on Twitter
Agung Pratnyawan
Content Writer
Freelance Content Writer and Web Developer

Agung Pratnyawan

Freelance Content Writer and Web Developer

You May Also Like