Mengenal Sumber Karbohidrat Pengganti Nasi Yang Lebih Menyehatkan

JogjaUpdate.com (26/7/17), Banyak yang bilang belum makan kalau belum makan nasi, tapi sebenarnya cuma anggapan saja. Karena nasi bukan satu-satunya manakanan pokok yang bisa dimakan agar kenyang. Banyak lho sumber karbohidrat pengganti nasi yang bisa dimakan namun tetap mengenyangkan.

Tidak mudah untuk mengubah pola pikir masyarakat yang menganggap nasi adalah satu-satunya makanan pokok. Padahal dalam nasi tersebut mengandung glukosa yang tinggi dan cenderung berelbih. Terutama bagi yang tidak memiliki aktivitas fisik berat, atau bagi penderita penyakit tertentu.

Seperti yang dimuat Kompas.com, Direktur SEAFAST Center (Pusat Pengembangan Ilmu Pengetahuan Teknologi Pangan & Pertanian Asia Tenggara) Prof. Dr. Nuri Andarwulan mengatakan, pemikiran tersebut bagian dari sisi psikologis. Karena terkait dengan pola asuh yang sudah tertanam dalam otak sejak kecil.

Diungkampannya, ada beragam karbohidrat pengganti nasi yang bisa didapatkan dari sumber pangan lokal seperti ubi, talas, singkong, hingga sagu. Sumber-sumber karbohidrat ini juga bisa membuat perut kenyang, dan tetap memenuhi kebutuhan energi dalam menjalani aktivitas.

Sebagi perbandingan, jumlah karbohidrat dalam 100 gram sagu mencapai 87,55 gram. Kemudian untuk 100 gram talas, memiliki kandungan karbohidrat mencapai 26,46 gram. Sedangkan dalam 100 gram nasi terkandung 27,9 karbohidrat. Sehingga makanan pengganti nasi tersebut sangat cukup untuk memenuhi kebutuhan karbohidrat.

Menurutnya, masalah terbesar adalah akses untuk mendapatkan beragam sumber karbohidrat tersebut. Terutama untuk masyarakat urban atau yang tinggal di kota. “Tak mudah memperoleh pengganti beras di kota besar. Itu tugas Kementan (Kementerian Pertanian) agar akses makanan lokal mudah terjangkau masyarakat,” kata dia.

Untuk mengatur pola konsumsi nasi yang baik, Nuri menyarankan untuk dikonsumsi saat siang hari saja. Karena nasi lebih mudah dicerna dan bisa digunakan sebagai sumber energi tubuh saat itu juga. Dia tidak menyarankan untuk mengonsumsi nasi makan pagi atau malam hari agar tidak disimpan menjadi lemak.

Seperti diketahui, cadangan energi yang tidak terpakai akan disimpan menjadi lemak. Dan orang lebih sedikit beraktivitas dimalam hari, sehingga tidak disarankan untuk mengonsumsi nasi. Nuri menyarankan untuk menggantinya dengan sumber karbohidrat lain, seperti jagung misalnya.

Selain itu, ada juga cara untuk menyiasati agar konsumsi nasi tidak berlebihan. Nah, caranya dengan mengonsumsi lebih banyak sumber serat seperti sayur dan buah. Sumber serat yang diperbanyak konsumsinya ini juga akan membantu untuk membuat rasa kenyang lebih lama.

Agung Pratnyawan on FlickrAgung Pratnyawan on GoogleAgung Pratnyawan on InstagramAgung Pratnyawan on Twitter
Agung Pratnyawan
Content Writer
Freelance Content Writer and Web Developer

Agung Pratnyawan

Freelance Content Writer and Web Developer

You May Also Like