5 Hal Yang Bikin Kangen Anak Warnet Era 2000-an

JogjaUpdate.com (20/12/17), Awal-awal tahun 2000-an, adalah era jaya-jayanya Warung Internet (Warnet). Diberbagai kota seperti Jogja, banyak bermunculan warnet tempat orang mencari informasi dan hiburan melalui internet. Cuma anak warnet di era 2000-an yang merasakan masa-masa keemasan warnet.

Baca: Kegalauan Yang Cuma Bisa Dirasakan Gamer Jaman Dulu

Seiring perkembangan jaman, keberadaan warnet sudah tidak sebanya dahulu lagi. Dan warnet pun telah berkembang tidak seperti di era tahun 2000-an awal. Banyak hal yang sudah jarang ditemukan, dan kini pasti dirindukan oleh anak warnet era 2000-an. Apa saja itu? Ini diantaranya:

Billing Explorer

Software ini paling populer digunakan oleh para pengusaha warnet kala itu. Setiap mau menggunakan komputer, selalu disuguhi Billing Explorer dengan gambar lumba-lumba yang ikonik. Software ini digunakan sebagai penghitung berapa biaya yang harus dibayarkan anak warnet setelah memakai akses internet disana.

 

Wallpaper Windows XP

Yang tidak kalah ikonik lainnya adalah wallpaper default Windows XP yang berupa hamparan bukit hijau dengan langit biru dan awan putih. Saat itu memang operating sistem yang paling banyak digunakan adalah Windows XP. Dan pemilik warnet pun tidak mengganti wallpaper bawaannya setelah mengistal.

 

Monitor CRT pakai Filter

Kala itu monitor LCD maupun LED belum sepopuler sekarang. Hampir semua warnet menggunakan monitor tabung CRT yang berukuran besar dari 17, 19, hingga 21 inchi. Dan uniknya lagi, biasanya monitor tersebut dilengkapi dengan filter untuk mengurangi radiasi dari monitor.

 

Playlist lagu hits

Untuk membuat anak warnet betah berlama-lama, operator warnet biasanya memainkan lagu-lagu populer saat itu. Si operator menjadi kasir merangkap DJ yang membuat playlist lagu-lagu hits kala itu. Beberapa lagu yang selalu masuk dalam playlist seperti Dear God – Avenged Sevenfold, I Will Fly – Ten 2 Five, Kukatakan Dengan Indah – Peterpan.

 

Disket

Di awal era 2000-an USB flasdisk belum sepopuler sekarang, apalagi cloud storage. Saat itu yang paling lumrah digunakan adalah disket atau Floppy Disk. Belum jadi anak warnet kalau belum punya segepok disket yang dibawa kemana-mana. Bunyi Floppy Disk pasti bikin kangen anak warnet era 2000-an.

 

Agung Pratnyawan on FlickrAgung Pratnyawan on GoogleAgung Pratnyawan on InstagramAgung Pratnyawan on Twitter
Agung Pratnyawan
Content Writer
Freelance Content Writer and Web Developer

Agung Pratnyawan

Freelance Content Writer and Web Developer

You May Also Like