Dari Gugup Jadi Pede, Siswa SMA Negeri 8 Yogyakarta Ikuti Pelatihan Public Speaking Bersama Mahasiswa Amikom

JogjaUpdate.com ~ SMA Negeri 8 Yogyakarta menjadi saksi perubahan ekspresi para siswanya, dari yang semula tampak gugup hingga berani tampil percaya diri. Melalui seminar dan pelatihan public speaking bertajuk “Bye–Bye Gugup, Hello Pede!”, para siswa mendapatkan pengalaman berharga untuk mengasah keberanian berbicara di depan umum pada Kamis, 13 November 2025.

Kegiatan ini diikuti oleh 36 siswa dan siswi dengan penuh antusias. Pelatihan tersebut diselenggarakan oleh mahasiswa semester 5 Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Amikom Yogyakarta sebagai bagian dari program pengabdian kepada masyarakat dalam mata kuliah Proyek Sosial. Sejak awal kegiatan, suasana kelas dibuat santai dan interaktif agar siswa merasa nyaman untuk belajar dan mencoba.

Pelatihan menghadirkan narasumber public speaking, Khofifa Aisyah Nur Amini, yang menyampaikan materi teknik dasar public speaking secara komunikatif dan aplikatif. Ia menekankan bahwa rasa gugup adalah hal yang wajar, terutama bagi pemula yang baru belajar tampil di depan audiens.
“Gugup itu bukan kelemahan, tapi tanda bahwa kita peduli. Yang penting adalah bagaimana mengelola rasa gugup tersebut agar bisa tampil lebih percaya diri,” ujar Khofifa di hadapan peserta.

Baca juga:
AI Website Builder, Begini Cara Cepat Membangun Website
Ayura Yosih Luncurkan Leisure
Zio Sandi Luncurkan Single Turah Wani
Rocket Padel Dibuka, Terinspirasi Dari Tiktok

Program pelatihan dikemas dalam dua sesi utama, yaitu Smart Communication Class dan Challenge Program. Pada sesi ini, siswa tidak hanya menerima teori, tetapi juga langsung mempraktikkan kemampuan berbicara di depan kelas. Satu per satu peserta maju menyampaikan pesan singkat, meski awalnya terlihat ragu, perlahan mereka mulai berani dan lebih ekspresif.

Menurut Khofifa, praktik langsung menjadi kunci utama dalam membangun kepercayaan diri siswa.
“Public speaking tidak cukup dipelajari lewat teori. Harus sering mencoba, berani salah, dan terus berlatih,” tambahnya.

Dari sesi praktik tersebut, panitia dan narasumber memilih tiga peserta terbaik yang mendapatkan penghargaan sebagai bentuk apresiasi atas keberanian dan kemampuan komunikasi mereka. Momen ini menjadi penyemangat bagi peserta lain untuk terus belajar dan tidak takut tampil.

Baca juga:
Co-Working Space Komplit Berstandar Internasional Harga Sejutaan Perbulan di HQ Barsa City
Siswa SMK Kesehatan Binatama Yogyakarta Lulus 100%, 21 Diantaranya Akan Bekerja di Jepang
POLINA, Consumer Chat AI Pertama di Indonesia Khusus Perawatan Gigi dan Penyediaan Gigi Tiruan Gratis
Novel Titian Tak Bertepi Diluncurkan, Terinspirasi Dari Kehidupan Tri Suaka

Pihak sekolah menyambut positif kegiatan ini. , Bapak Sumarjiono, S.Pd selaku Staff Humas SMA Negeri 8 Yogyakarta, menilai pelatihan public speaking sangat relevan dengan kebutuhan siswa saat ini.
“Kami sangat mengapresiasi inisiatif mahasiswa Universitas Amikom Yogyakarta. Pelatihan seperti ini penting untuk membekali siswa dengan soft skill yang berguna, baik di dunia akademik maupun di luar sekolah,” ungkapnya.

Antusiasme peserta juga tercermin dari kesan yang mereka bagikan. Zahra Ariani, siswi kelas XI F 8, mengaku awalnya merasa takut dan grogi, namun pelatihan ini membantunya lebih berani.
“Awalnya saya takut dan grogi, tapi setelah praktik ternyata jadi lebih berani. Materinya mudah dipahami dan seru,” ujarnya.

Melalui pelatihan ini, siswa SMA Negeri 8 Yogyakarta diharapkan mampu menjadi pribadi yang lebih komunikatif dan siap menghadapi berbagai situasi yang menuntut kemampuan berbicara di depan publik. Kolaborasi antara mahasiswa Universitas Amikom Yogyakarta, pihak sekolah, dan narasumber menjadi faktor penting terselenggaranya kegiatan yang inspiratif dan berdampak positif ini. (060126/26/*)

kampungbet
dhwSeng on InstagramdhwSeng on Tumblr
dhwSeng
Adminnya JogjaUpdate

dhwSeng

Adminnya JogjaUpdate

You May Also Like