Bukan Rahasia Lagi, Video Game Bisa Tingkatkan Kemampuan Kognitif Otak

JogjaUpdate.com (14/12/17), Selama ini video games sering jadi penyebab kemunduran kemampuan otak. Orang jadi malas berkegiatan, maunya cuma bermain video games saja. Namun ternyata, jika dimanfaatkan dengan baik video game bisa meningkatkan kemampuan kognitif otak.

Menurut hasil penelitian yang dipublikasikan Psychological Bulletin pada November 2017 kemarin, mengungkap hubungan video game dengan tingkat kemampuan kognitif seseorang. Diungkapkan bahwa game, khususnya genre aksi dan perang, mampu meningkatkan kemampuan kognitif otak seperti persepsi, atensi, dan waktu reaksi.

Kesimpulan ini didapat dari pengumpulan hasil penelitian selama 15 tahun terakhir yang dilakukan oleh Universitas Jenewa (UNIGE), Universitas Columbia Santa Barbara dan Universitas Wisconsin. Para peneliti membedah berbagai literatur yang pernah dipublikasikan dan meminta data terkait game aksi dari enam profesor.

“Kami memutuskan untuk mengumpulkan semua data yang relevan dari tahun 2000 sampai 2015 dalam upaya untuk menjawab pertanyaan ini, karena ini adalah satu-satunya cara untuk memiliki gambaran yang tepat tentang dampak nyata game aksi,” kata Daphné Bavelier, profesor Bagian Psikologi di Fakultas Psikologi dan Ilmu Pendidikan UNIGE.

Dalam penelitian ini melibatkan 8.970 orang berumur 6-40 tahun, termasuk gamer dan bukan gamer. Lalu dilakukan uji spasial seperti mendeteksi anjing dalam kawanan hewan, menilai kemampuan mengerjakan tugas ganda, dan mengubah rencana sesuai peraturan yang ditentukan.

Hasilnya, kognisi seorang gamer satu setengah kali lebih baik daripada bukan gamer. Namun, belum semua pertanyaan para psikolog dapat dijawab. Misalnya, apakah kemampuan kognitif berkembang berkat bermain game aksi, atau para pemain membutuhkan kognitif tertentu dalam memainkan game jenis tersebut.

Penelitian ini tidak berhenti di sini, dan berlanjut dengan studi intervensi yang melibatkan 2.883 orang yang bermain game maksimal satu jam per pekan. Kemampuan kognitif mereka pun diuji dan dipisah secara acak menjadi dua kelompok yaitu kelompok game aksi dan kelompok game kontrol (puzzle, tetris, dan simulasi).

Setelah pelatihan, para peserta menjalani tes kognitif untuk mengukur perubahan kognitif mereka. Dan hasilnya pun serupa, kognisi gamer video game aksi meningkat sepertiga lebih baik dari pemain game kontrol. “Penelitian yang dilakukan selama beberapa tahun di seluruh dunia membuktikan efek sebenarnya dari game aksi pada otak dan membuka jalan untuk menggunakan permainan untuk memperluas kemampuan kognitif,” kata Bediou.

sumber: http://psycnet.apa.org/doiLanding?doi=10.1037%2Fbul0000130
Agung Pratnyawan on FlickrAgung Pratnyawan on GoogleAgung Pratnyawan on InstagramAgung Pratnyawan on Twitter
Agung Pratnyawan
Content Writer
Freelance Content Writer and Web Developer

Agung Pratnyawan

Freelance Content Writer and Web Developer

You May Also Like