Tahukah Kamu Kalau Ada Candi Sojiwan di Prambanan

JogjaUpdate.com (24/03/2019), Di wilayah kecamatan Prambanan, tidak hanya ada Candi Prambanan. Namun juga ada Candi Sojiwan yang sayangnya tidak banyak orang mengetahuinya.

Candi ini terletak di desa Kebon Dalem Kidul, kecamatan Prambanan, kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Tidak jauh lokasinya dari Candi Prambanan.

Baca Juga : Inilah Candi Di Yogyakarta Yang Paling Dekat Dengan Gunung Merapi

Candi ini terletak kurang lebih dua kilometer ke arah selatan dari Candi Prambanan, menyeberang jalan raya Solo-Yogyakarta masuk ke jalan kecil menuju ke arah selatan.

Setelah menyeberang rel kereta api, lalu pada perempatan pertama berbelok ke kiri (timur) sejauh beberapa ratus meter hingga candi terlihat di sisi selatan.

Menariknya, menurut yang dikutip dari VisitingJogja.com, Candi Sojiwan merupakan cermin dan salah satu bukti kerukunan umat beragama di masa silam.

Menurut Prasasti Rukam (907 M), Raja Balitung dari kerajaan Mataram Kuno mempersembahkan bangunan suci yang bercirikan agama Buddha untuk neneknya yang sangat dihormati. Raja Balitung beragama Hindu, sedangkan neneknya beragama Buddha.

Candi Sojiwan berada di sebuah area terbuka yang panjang halamannya lebih dari 100 m. Ciri khas candi ini adalah adanya sekitar 20 relief di kaki candi yang berhubungan dengan cerita-cerita Pancatantra atau Jataka dari India.

Dari 20 relief ini, tinggal 19 relief yang sekarang masih ada. Cerita-cerita tersebut tertuang dalam relief yang terpahat pada bagian kaki candi, berupa fabel berisi pesan-pesan moral agama Buddha.

Nenurut beberapa prasasti yang sekarang disimpan di Museum Nasional Republik Indonesia di Jakarta, candi Sojiwan kurang lebih dibangun antara tahun 842 dan 850 Masehi, kurang lebih pada kurun yang sama dengan candi Plaosan di dekatnya.

Baca Juga : Inilah Candi Tertinggi Di Yogyakarta

Prasasti Rukam berangka tahun 829 Saka (907 M) yang kini disimpan di Museum Nasional, menyebutkan mengenai upacara peresmian perbaikan Desa Rukam oleh Nini Haji Rakryan Sanjiwana, sebelumnya desa ini hancur akibat letusan gunung berapi.

Sebagai balasannya, warga Desa Rukam diberi kewajiban menjaga dan memelihara bangunan suci yang terletak di Limwung.

Bangunan suci ini kemudian dikaitkan dengan candi Sojiwan, sementara tokoh pelindung yang disebutkan dalam prasasti ini: Nini Haji Rakryan Sanjiwana, disamakan dengan Ratu Pramodhawardhani.

Candi dinamai berdasarkan Ratu ini, dan dipercaya dipersembahkan untuknya sebagai candi pedharmaan.

Baca Juga : Jebul Bisa Snorkling Harga Terjangkau Di Umbul Ponggok Klaten

Jika kamu penasaran seperti apa Candi Sojiwan ini, langsung saja menuju lokasinya. Mudah kok untuk ditemukan.

Agung Pratnyawan on FlickrAgung Pratnyawan on GoogleAgung Pratnyawan on InstagramAgung Pratnyawan on Twitter
Agung Pratnyawan
Content Writer
Freelance Content Writer and Web Developer

Agung Pratnyawan

Freelance Content Writer and Web Developer

You May Also Like