7 Kuliner Pedas Di Jogja Yang Siap Membakar Lidah

JogjaUpdate.com (17/2/17), Jogja selama ini dikenal dengan kuliner bercitarasa manis, mulai dari gudheg hingga kudapan-kudapan manis lainnya. Namun jangan salah, Jogja punya banyak senjata rahasia salah satunya kuliner pedas. Berikut ini ada 7 kuliner pedas di Jogja yang siap untuk membakar lidah kamu.

1. Oseng-oseng Mercon Bu Narti

Nama oseng-oseng mercon telah tersebar ke berbagai pelosok nusantara sebagai menu kuliner pedas. Kamu bisa mudah menemukan berbagai macam oseng-oseng mercon di Jogja. Oseng Mercon ini terdiri atas daging sapi dan tetelan sapi yang dimasak dengan berkili-kilogram cabai rawit. Sehingga ketika dimakan serasa meledak-ledak dimulut seperti mercon atau petasan.

Ada beberapa warung oseng-oseng mercon ternama di Jogja, salah satunya adalah Oseng-oseng Mercon Bu Narti yang berlokasi di Jalan KH. Ahmad Dahlan, Ngampilan, Kota Yogyakarta. Dan di sepanjang Jalan KH. Ahmad Dahlan ini juga banyak ditemukan warung oseng mercon lainnya. Namun yang dianggap sebagai pelopor oseng mercon adalah Bu Narti.

Oseng Mercon Bu Narti #osengmercon #osengmerconbunarti #kulinerjogja #whatvinaeatinjogja

A post shared by Vina Tania (@whatvinaeat) on

 

2. Gudeg Mercon Bu Tinah

Selama ini Gudeg dikenal sebagai makanan khas Jogja yang bercitarasa manis seperti Gudeg Yu Djum. Namun siapa sangka ada Gudeg mercon yang siap membakar lidah kamu. Sama halnya dengan Oseng-oseng Mercon, Gudeg Mercon menggunakan banyak cabai sehingga terasa meledak di mulut seperti petasan atau mercon.

Lokasi Gudeg Mercon Bu Tinah ini berada di Jl. Asem Gede, Kranggan, Yogyakarta. Gudeg pedas ini mulai dijajakan dari pukul 20.00 hingga 03.00 dini hari. Dan Lauk yang disajikan di lapak sederhana bu Tinah beragam, mulai dari telur, gorengan, ceker goreng tepung, ayam kampung, sate ayam.

?⚡️??

A post shared by Marsheilla Setiabudhi (@lala_marsheilla) on

 

3. Sate Petir Pak Nano

Sebenarnya sate di warung Sate ini sama seperti Sate Kambing pada umumnya, daging kambing dibakar lalu disajikan bersama sambal kecap. Tetapi yang membedakan dengan sate kebanyakan adalah irisan cabai rawitnya yang sangat banyak, sehingga rasanya menjadi begitu pedas. Level pedas yang tersaji dari mulai TK, SD, SMP, SMA, D3, S1, S2, S3, hingga yang paling pedes adalah level pendekar.

Warung Sate Petir Pak Nano ini berlokasikan di Jl. Jogja Ring Road Sel. No.90, Tirtonirmolo, Kasihan, Bantul. Biasanya warung ini mulai buka dari pukul 12.00 hingga 17.00 WIB. Sate ini juga terkenal kemana-mana akan rasanya, bahkan pernah di datangi oleh Pak Bondan Winarno.

 

4. Entok Slenget Kang Tanir

Kuliner olahan Entok atau Mentok masing jarang ada di Jogja, karena tidak sepopuler Ayam dan Bebek. Namun ada olahan Entok yang ternama, yaitu Entok Slenget Kang Tanir yang terkenal akan kepedasannya. Entok Slenget sendiri merupakan masakan berupa tongseng atau semur dengan daging entok yang diiris kecil-kecil ditambah irisan cabai.

Warung Entok Slenget Kang Tanir ini berlokasi di Jalan Turi Pakem, Donokerto, Kabupaten Sleman. Atau terletak di sebelah timur jembatan Sempor. Warung ini buka setiah hari dari pukul 16.00 hingga 21.00 WIB. Meski jauh dari pusat Kota Yoyakarta, warung sederhana ini selalu ramai dikunjungi pelanggannya.

 

5. Ayam Geprek Bu Rum

Menu Ayam Geprek memang banyak, tapi yang satu ini sangat terkenal di kalangan para Mahasiswa dan Mahasiswi di Jogja. Menu utama di warung ini adalah ayam crispy berbalut tepung kemudian digeprek di atas cobek sampai hancur dengan beberapa cabe, tomat, terasi, bawang, dan sedikit garam. Kamu bisa kok meminta jumlah cabe yang kamu mau.

Ayam Geprek Bu Rum ini berlokasi di Jl. Wulung Lor, Papringan, Caturtunggal, Depok, Sleman. Kini Ayam Geprek Bu Rum telah membuka cabang di beberapa daerah. Biasanya Warung Ayam Geprek Bu Rum ini buka dari pukul 07.00 hingga 09.00 WIB. Dan pastinya selalu dipadati para Mahasiswa dan Mahasiswi.

 

6. Sop Merah

Sup Ayam atau kalau di Jogja lebih sering disebut Sop Ayam, merupakan makan rumahan biasa yang berisikan daging ayam dan sayur mayur. Sama halnya dengan Sop Merah, cuma Sayur Sop Ayam biasa. Weitss tunggu dulu, warna merah pada kuah sop ini tidak wajar. Karena kuah sop yang merah berasal dari cabai dan ragam bumbu yang dihaluskan. Kamu juga bisa memilih level kepedesan di Sop Merah ini.

Berlokasikan di Jalan Kol. Sugiyono No.74, Brontokusuman, Mergangsan, Sop Merah ini selalu dipadati pelanggan. Banyak yang rela mengantri panjang untuk sekedar menikmati kelezatan Sop Merah ini. Warung ini biasanya buka dari pukul 16.00 sampai 21.00 WIB. namun kini kabarnya buka lebih awal.

 

7. Ayam Setan Angkring Jentik

Satu lagi kuliner pedas di Jogja yang harus kamu coba kalau doyan pedas. Ada Angkring Jentik dengan menu andalan ayam setan dan nasi rainbow. Ayam bakar yang dibumbui pedas merasuk sampai dalam dan disiram saus pedas dengan taburan wijen. Dan seperti biasanya, Ayam Setan ini juga tersedia berbagai macam level pedas mulai dari 1 hingg 6.

Angkring Jentik ini berlokasi di Jl. Selokan Mataran no. 99 Yogyakarta ini mulai buka pada pukul 10.00 hingga 24.00 dengan melayani last order pada pukul 23.00.

#nasi #pelangi #vs #ayamsetan #angkringanjentik #with #pap @usmanhassan07

A post shared by meiinetha (@meiinetha) on

Agung Pratnyawan on FlickrAgung Pratnyawan on GoogleAgung Pratnyawan on InstagramAgung Pratnyawan on Twitter
Agung Pratnyawan
Content Writer
Freelance Content Writer and Web Developer

Agung Pratnyawan

Freelance Content Writer and Web Developer

You May Also Like