Susahkah Merawat Rem ABS Pada Sepeda Motor?

JogjaUpdate.com (24/5/17), Seperti yang kami bahas sebelumnya, sudah semakin banyak sepeda motor yang menerapkan teknologi pengereman dengan anti-lock braking system (ABS). Sebagai sebuah teknologi canggih, susah atau tidak sih merawat rem ABS pada sepeda motor?

Banyak yang takut memilih sepeda motor dengan teknologi ABS karena tidak mengetahui cara perawatannya. Takut salah-salah malah sistem ABS tidak berguna, atau bahkan rem tidak berfungsi. Namun ternyata perawatan rem ABS ini tidak serumit seperti yang dibayangkan orang-orang.

Seperti yang dirilis Kompas.com, Endro Setiaji, mekanik Honda Jawa Tengah dari AHASS Kurnia Agung Kendal memberikan tips perawatan rem ini. Dikatakan Endro, perawatan rem ABS ini tidaklah berbeda dengan perawatan rem non-ABS. Cukup dijaga kebersihan cakram dan sekitarnya.

Cukup mudah perawatan rem yang menggunakan ABS. “Perawatan ABS sama dengan rem non-ABS lainnya, terutama kebersihan disekitar cakram dan sensor speed. Pasir atau kotoran berlebihan bisa sangat mengganggu pengereman dan fungsi sensor speed ABS. Jadi, jaga selalu kebersihannya agar tahan lama,” ungkap Endro.

Ditambahkan pula, merawat sistem ABS pada sepeda motor ini mudah namun dibutuhkan kedisiplinan. Harus secara berkala dilakukan service di bengkel resmi sesusai jadwal periodik manitenance yang ditentukan. Selebihnya seperti rem non-ABS pada umumnya, hanya perlu menjaga kebersihannya saja.

Untuk mencuci dan membersihkan cakram pun tidak perlu khawatir rusak. Menurut Endro, ABS tidak rusak karena jalan jelek maupun dicuci steam dengan tekanan tinggi. Karena sistem ABS ini berada di tempat yang tertutup sehingga tidak mudah kemasukan benda asing. Sedangkan keausan kampas rem tidak mempengaruhi sistem ABS, hanya mengurangi efektifitas pengereman.

Namun sistem ABS ini tetap bisa rusak, jika mengalami kejadian ekstrim seperti tabrakan parah. “ABS bisa rusak apabila motor terjatuh atau tertabrak (kondisi extrim). Selain rusak ABS juga bisa tidak berfungsi normal (bukan rusak), penyebabnya adalah apabila dilakukan modifikasi pada komponen ban atau roda,” tambah Endro.

Seperti diketahui, teknologi ABS ini adalah standar kemanan yang lebih dulu populer dipasangkan pada mobil. Namun kini telah banyak digunakan pada sepeda motor baru yang beredar di pasaran. Bahkan teknologi ABS ini menjadi syarat wajib bagi sepeda motor di Eropa yang memiliki kapasitas diatas 250 cc.

Agung Pratnyawan on FlickrAgung Pratnyawan on GoogleAgung Pratnyawan on InstagramAgung Pratnyawan on Twitter
Agung Pratnyawan
Content Writer
Freelance Content Writer and Web Developer

Agung Pratnyawan

Freelance Content Writer and Web Developer

You May Also Like