Yang Sering Disepelekan Pengendara Padahal Penting

JogjaUpdate.com (5/6/17), Banyak kecelakan di jalan raya yang terjadi karena faktor kesalahan pengendara atau human error. Bisa berakibat kerusakan ringan, namun bisa juga bisa merenggut nyawa. Semua itu sering terjadi karena sebuah hal yang disepelekan pengendara padahal penting bagi keselamatan.

Sudah terlalu banyak kecelakaan karena ulah pengendaranya sendiri yang lalai. Kadang hal kecil disepelekan namun fatal akhibatnya. Untuk itulah harus diperlukan kewaspadaan dan kesadaran diri akan keselamatan berkendara. Dan berikut ini ada beberapa hal kecil yang sering disepelakan pengendara padahal penting:

1. Menggunakan Ponsel Saat Berkendara

Sudah bukan rahasia lagi, maraknya pengendara yang mengemudi sambail memankan ponsel. Perilaku seperti ini bisa menyebabkan konsentrasi terbelah, bahkan bisa hilang. Padahal salah satu syarat utama dalam berkendara secara aman adalah fokus pada apa yang ada di depannya.

Sudah banyak riset yang telah membahas mengenai penggunaan ponsel sambil berkendara ini. Salah satunya dari perusahaan asuransi bernama Wunelli dan broker Drivology, dilansir tahun lalu. Hasil riset menyebut, tabrakan meningkat 75 persen bagi mereka yang mengangkat telepon, atau 20 persen jika menggunakan handsfree.

2. Tutup Pentil

Benda kecil yang satu ini sering banget diremehkan keberadaannya. Padahal tutup pentil yang harganya tidak seberapa ini sangatlah penting fungsinya bagi ban kenderaan kamu. Tutup pentil ban ini mempunyai fungsi utama yang penting, yaitu melindungi pentil ban dari kotoran yang bisa menyebabkan korosi.

Jika dibiarkan terbuka, meningkatkan potensi terjadinya kebocoran udara dari celah yang terjadi korosi ini. Tekanan udara dala ban akan terus menurun akhibat kebocoran halus yang tidak terdeteksi. Padahal tekanan udara ini penting bagi keselamatan berkendara, apalagi dikecepatan tinggi.

3. Mesin Menyala Ketika Mengisi Bahan Bakar Di SPBU

Sudah jelas-jelas terpampang larangan untuk menyalakan mesin ketika melakukan pengisian bahan bakar di SPBU. Namun sayangnya, masih ada yang melanggarnya, baik itu sepeda motor maupun mobil. Banyak yang beralaskan nanti susah untuk menyalakan kembali mesik kalau di matikan.

Padahal tujuan larangan ini demi keselamatan juga bagi pengendara maupun petugas pengisi bahan bakar di SPBU. Seperti yang diberitakan Liputan6, awal Januari kemarin terjadi kebakaran di SPBU di Jatiwaringin, Bekasi karena pengisian bahan bakar pada mobil yang masih dalam kondisi menyala.

Agung Pratnyawan on FlickrAgung Pratnyawan on GoogleAgung Pratnyawan on InstagramAgung Pratnyawan on Twitter
Agung Pratnyawan
Content Writer
Freelance Content Writer and Web Developer

Agung Pratnyawan

Freelance Content Writer and Web Developer

You May Also Like