Berkendara Saat Hujan, Tekanan Angin Ban Harus Diperhatikan

JogjaUpdate.com (5/12/17), Ketika hujan turun, mengendarai kendaraan bermotor tidak semudah saat kering. Banyak hal yang harus diperhatikan dan diwaspadai demi keselamatan dan kenyamanan berkendara. Salah satunya adalah tekanan angin ban, tidak boleh disepelekan begitu saja.

Ada beberapa orang yang memilih sedikit mengurangi tekanan angin ban atau mengempiskannya. Dengan harapan dapat mendapatkan traksi lebih atau ban lebih menempel pada aspal yang licin karena guyuran air hujan. Namun ternyata, untuk mengempiskan ban ini tidak boleh dilakukan sembarangan.

Baca: Amankah Mengempiskan Ban Sepeda Motor Saat Hujan?

Dimuat OtoDriver.com (4/12/17), Arkadia Prajatma selaku Head Technical AHT Garage perlunya penyesuaian tekanan angin ban saat berkendara di tengah hujan. “Jangan terlalu banyak mengurangi tekanan angin saat hujan. Cukup 2 sampai 4 psi saja. Ambil contoh dari ban bertekanan 32 psi jadi 30 atau 28 saja,” ujar Arkadia.

Dijelaskan jika ban terlalu kempis, permukaan ban yang menapak hanya pada ujung luar dan dalam saja. Sebaliknya jika terlalu kencang, yang menapak ke aspal hanya bagian tengahnya. “Setiap mobil pastinya memiliki anjuran tekanan angin ban dari pabrik agar ban tetap awet dan tidak cepat habis,” ungkapnya.

Setelah melewati kondisi hujan dan kembali ke jalan yang kering, ada baiknya untuk segera mengembalikan tekanan angin ban pada sedia kala. Tekanan angin yang sedikit berkurang memang menjadikan traksi mobil di aspal lebih baik, namun membuat boros bahan bakar dan usia ban cepat habis.

Agung Pratnyawan on FlickrAgung Pratnyawan on GoogleAgung Pratnyawan on InstagramAgung Pratnyawan on Twitter
Agung Pratnyawan
Content Writer
Freelance Content Writer and Web Developer

Agung Pratnyawan

Freelance Content Writer and Web Developer

You May Also Like