8 Kuliner Ekstrem di Jogja Yang Boleh Dicoba

JogjaUpdate.com (6/2/17), Ingin merasakan kuliner yang tidak biasa? Kalo cuma soto sama mie ayam mah biasa. Sekali-kali kamu cobain dong kuliner ekstrem, beberapa diantaranya ada kok di Jogja. Berikut ini ada 8 kuliner ekstrem di Jogja yang boleh kamu cobain:

1. Sate Landak

Dikenal sebagai hewan berduring yang membayangkan saja ngeri. Apakah landak bisa dikonsumsi? Kalau penasaran kamu bisa langsung saja menuju warung Sate Landak Ibu Nur Ika di Jalan Magelang KM 9. Di sini kamu bisa menemukan beragam olahan daging landak, seperti sate dan rica-rica.

Ternyata daging landak itu memiliki teksur yang empuk, lebih empuk dari kambing. Daging Landak juga diklaim rendah kolesterol dan memiliki banyak manfaat bagi kesehatan seperti obat asma dan hati. Selain itu juga diklaim dapat meningkatkan vitalitas dan daya tahan tubuh. Seporsi Sate Landak ini dihargai Rp 12.500 saja, kalau sate hari dan rica-rica Rp 15.000, sedangkan rica-rica buntut Rp 20.000.

 

2. Swike

Iya, Swike merupakan masakan dari daging katak. Nggak kebayang kan binatan amphibi ini bisa dikonsumsi. Apakah enak daginggnya? Kalo mau mencoba kamu bisa menuju Warung Swike Ny Tegu yang berada di Jl Magelang Km 5. Atau tepatnya di Jalan Tentara Pelajar #2, Bumijo, Jetis, Kota Yogyakarta.

Di sini kamu bisa menemukan beragam olahan daging katak atau Swike. Antara lain swike semur, swike saus tiram, swike kuah tauco dan masih banyak lagi. Untuk harga ya lumayanlah dimulai dari Rp 12.000. Warung ini buka dari pukul 16.00 hingga 22.00 langsung saja kesana jika penasara.

 

3. Daging Ular Kobra

Kalau Landak dan Kodok kan bianatang yang tidak terlalu berbahaya. Kalo yang ini jelas berbahaya, iya Ular Kobra. Ternyata ular berbisa dan berbahaya ini bisa dikonsumsi dengan aman. Kalau mau mencoba langsung saja meluncur ke Warung Makan Kobra atau Kobra Imperial Kitchen yang berlokasi di JL. Hayam Wuruk 19, Tegal Panggung, Danurejan, Yogyakarta.

Beragram menu disediakan oleh warung makan yang satu ini, mulai dari dari tongseng kobra, sate kobra, sup kobra, bahkan burger kobra. Untuk harganya sih sekitar  Rp 8.000 hingga Rp 30.000, sedangkan untuk paket empedu, darah, dan sum-sum ular kobra dijual seharga Rp 25.000.

 

4. Tongseng dan Bacem Kelelawar

Yang ini emang tidak kelihatan berbahaya apalagi beracun, tapi tetep aneh jika dikonsumsi. Iya, Tongseng dan Bacem Kelelawar ternyata ada di Jogja. Penasaran? Kamu bisa saja langsung menuju warung milik Ibu Romiyati yang berlokasi di Jl. Bantul Km 5,5 Yogyakarta. Warung ini biasanya buka dari pukul 15.00 hingga 22.oo.

Rasanya? Tentunya rasa dan tekstur daging kelelawar berbeda dari daging yang lainnya. Untungnya Ibu Romiyati ini jago mengolahnya menjadi makanan yang enak. Selain itu, daging kelelawar ini juga dipercaya sebagai obat penyakit asma. Untuk seporsi olahan kelelawar di sini dihargai Rp 7.000 saja.

 

5. Belalang Goreng

Sama halnya dengan kelelawar, Belalang juga dianggap hama bagi para petani. Namun tidak ternyata bisa diolah menjadi sajian yang lezat. Berawal dari keluhan para petani daerah Gunungkidul yang merasakan kebun mereka yang terganggu oleh banyaknya belalang, hewan tersebut kemudian ditangkapi dan dijadikan santapan.

Belalang Goreng ini mudah ditemukan dibeberapa area wisata di Gunungkidul, atau di pinggir jalan sepangjang Jogja-Wonosari. Biasanya belalang yang dijual sudah dalam bentuk matang yang dikemas dalam plastik maupun toples namun ada juga yang dijual dalam bentuk mentah. Harga belalang goreng berkisar antara Rp 10.000–Rp 25.000.

Bagi kamu yang memiliki alergi harus berhati-hati, karena Belalang Gorneng ini memiliki protein yang tinggi. Biasanya yang alergi akan udang juga tidak disarankan untuk mengkonsumsi makanan rakyat Gunungkidul ini.

 

6. Kepompong Goreng

Selain Belalang Goreng, warga Gunungkidul juga punya Kepompong Goreng. Iya kempompong ulat yang biasa di pohon. Kepompong ulat ini bukanlah sembarang kepompong. Kepompong yang digunakan hanya kepompong dari pohon jati saja. Warung yang ternama akan sajian Kepompong Goreng ini adalah Warung Sego Abang Pari Gogo di Semanu Gunungkidul.

Cara pengolahannya juga sama seperti belalang goreng, cukup dibumbui dengan garam dan bawang putih kemudian di goreng garing. Kabarnya, kelezatan kepompong ulat goreng ini berhasil membuat Sri Sultan menjadi pelanggan tetap di warung ini. Sama halnya dengan Belalang, Kepompong ini juga memiliki protein tinggi. Sehingga bagi kamu yang alergi harus berhati-hati.

 

7. Tongseng Bulus

Bulus adalah sejenis Kura-kura yang hidup di darat dan memiliki cangkang lunak. Pasti nggak mengira kalau binatang ini bisa kamu konsumsi kan? Ada Warung Tongseng Bulus Kranggan di Jalan Kranggan yang menyediakan beragam olahan dari daging Bulus. Dan ternyata warung ini telah berjualan lebih dari 15 tahun.

Lalu bagai mana rasa olahan Bulus ini? Untuk Tongseng Bulus ini terdiri dari daging dan sirip Bulus yang diolah dengan beragam rempah. Ternyata dagingnya sendiri mirip dengan tekstur daging kambing. Sedangkan sirip Bulus menyerupai kikil sapi. Selain itu, di sini kamu juga bisa menemukan hati Bulus, otak Bulus dan minyak Bulus.

 

8. Oseng Mercon

Untuk kuliner ekstrem di Jogja yang satu ini agak berbeda, bukan olahan daging binatang yang aneh-aneh. Sajian kuliner yang satu ini sudah terkenal kemana-mana akan rasa pedasnya. Menu oseng mercon ini juga mudah didapatkan dibeberapa wilayah Jogja, terutama di Jalan KH. Ahmad Dahlan, Ngampilan, Kota Yogyakarta.

Oseng Mercon ini terdiri atas daging sapi dan tetelan sapi yang dimasak dengan berkili-kilogram cabai rawit. Sehingga ketika dimakan serasa meledak-ledak dimulut seperti mercon atau petasan. Menu ini disajikan dengan sangat sederhana hanya dengan nasi putih saja. Walau pun pedasnya meledak-ledak, Oseng Mercon ini membuat ketagihan banyak orang.

Pedes banget tapi nagih…? #osengmerconbunarti #kulineryogyakarta ???

A post shared by Lia Jeff (@nataliarifai) on

 

Agung Pratnyawan on FlickrAgung Pratnyawan on GoogleAgung Pratnyawan on InstagramAgung Pratnyawan on Twitter
Agung Pratnyawan
Content Writer
Freelance Content Writer and Web Developer

Agung Pratnyawan

Freelance Content Writer and Web Developer

You May Also Like