Apakah Oli Bisa Kadaluarsa?

JogjaUpdate.com (17/6/17), Oli merupakan salah hal penting dalam sebuah kendaraan bermotor, atau bermesin bakar. Dan di masyarakat muncul anggapan, kalau oli yang tersimpan lama tidak dipakai bisa kadaluarsa atau basi. Sebagai sebuah produk dari bahan minyak, apakah oli bisa kadaluarsa?

Menanggapi anggapan masyarakat ini, Totok Subagyo, Brand Small Engine Oil Manager PT Pertamina Lubricants membantahnya. Totok menjelaskan kalau oli merupakan sebuah produk yang tahan lama tidak akan basi, asalkan kemasannya tidak pernah terbuka. Oli tidak bisa kadaluarsa, tapi bisa terkontaminasi.

Ia juga menjelaskan kalau ada tiga musuh utama dari sebuah oli yang sangat mudah tercampur dan membuatnya terkontaminasi. Ketiga musuh oli ini adalah debu, air dan oksigen. Yang ketiganya dapat dengan mudah masuk dan tercampur pada oli jika tutup kemasannya terbuka.

Seperti diketahui, oli ini terbuat dari minyak yang telah tersimpan lama di perut bumi. “Selama tiga ini tidak tercampur, oli akan aman-aman saja. Kalau dibilang basi, minyak yang masih ada di perut bumi kan tidak pernah kadaluarsa. Padahal lama sekali ada di sana,” ungkap Totok seperti yang dirilis Liputan6.com.

Jika oli terkontaminasi dengan oksigen makan akan mengalami apa yang seromg disebut dengan oksidasi. Ketika telah teroksidasi, maka hasilnya oli yang memiliki kekentalan yang baik bisa berubah. Oli yang teroksidasi ini akan menjadi endapan yang sangat kental dan cenderung lengket.

Kasus oksidasi ini juga bisa disebabkan karena oli yang panas, bisa karena terkena sinar matahari langsung. Karena itulah selain disarankan menutup rapat-rapat kemasanya, usahakan juga menyimpan oli di tempat yang sejuk. Jauhkan oli dari terpaan terik sinar matahari secara langsung.

Lalu oli yang terkontaminasi dengan debu, bisa membahayakan mesin. Walaupun cuma butiran debu, namun bisa saja mengandung silika. Kandungan silika ini sangatlah tajam dan halus, sehingga jika dipai bisa melukai komponen dalam mesin. Pastinya luka atau baret-baret dalam mesin mengganggu performanya.

Sedangkan oli yang terkontaminasi dengan air, sangatlah tidak baik. Karena air ini dipastikan dapat merusak oli itu sendiri, sehingga berbahaya jika digunakan. “Kalau oli tertuang air, dia pasti berubah menjadi seperti susu (rusak),” sambung Totok. Jadi jagalah baik-baik oli jika ingin digunakan, tutup rapat-rapat dan disimpan di tempat sejuk.

Agung Pratnyawan on FlickrAgung Pratnyawan on GoogleAgung Pratnyawan on InstagramAgung Pratnyawan on Twitter
Agung Pratnyawan
Content Writer
Freelance Content Writer and Web Developer

Agung Pratnyawan

Freelance Content Writer and Web Developer

You May Also Like