7 Tanda Kamu Seorang Perfeksionis

JogjaUpdate.com (9/4/17), Apakah kamu seorang perfeksionis? Apa itu perfeksionis? Perfeksionis adalah orang yang ingin segala-galanya sempurna. Mungkin banyak yang menampik kalau dirinya memiliki sifat ini, namun ada lho tanda-tanda untuk mengetahui seseorang perfeksionis atau tidak.

Secara umum ada 7 buah tanda yang yang menunjukan seseorang mempunyai sifat perfeksionis atau tidak. Berikut ini tandanya:

1. Memandang sesuatu secara saklek

Kamu memang sesuatu sebagai hitam dan putih, kalau tidak benar ya salah. Cenderung saklek atau kaku pada sesuatu, tidak ada setengah benar dan setengah salah.

2. Suka menggunakan kata ‘Seharusnya’

Tidak pernah merasa puas pada sebuah capaian, selalu merasa ada yang kurang setelah pekerjaan itu selesai. Lalu munculah kalimat yang diawali dengan kata ‘Seharusnya … ‘ Kamu pun merasa kecewa tidak melakukan apa yang tidak kamu lakukan tersebut.

3. Susah percaya pada orang lain

Kamu tidak mudah menyerahkan pekerjaan atau bahkan tidak percaya pada orang lain. Merasa lebih percaya kalau pekerjaan kamu selesaikan sendiri, sesuai dengan keinginan dan standar kamu sendiri.

4. Butuh waktu lama menyelesaikan pekerjaan

Setelah ingin menyelesaikan pekerjaan sendiri, kamu juga membutuhkan waktu lebih lama. Kamu akan berusaha melakukan yang terbaik dan berusaha menghindari kegagalan. Akan terus berusaha keras jika belum merasa mengerjakan dengan sempurna.

5. Standar tinggi

Tidak mempercayakan pada orang lain dan mengerjakannya sendiri, karena kamu mempunyai standar yang tinggi. Kamu menempatkan sesutu dengan standar yang tinggi karena tidak rela akan mengadapi kegagalan. Termasuk dalam penilaian kepada orang lain.

6. Sering terganggu masalah kecil

Sebagi orang yang ingin segalanya sempurnya, kamu tidak akan menganggap remeh untuk masalah kecil. Sebuah masalah kecil malah membuatmu stres, karena kepikiran terus. Alhasil stres ini akan mengganggu pekerjaan-pekerjaan berikutnya.

7. Sering melewatkan peluang karena merasa tidak mampu

Sering melewatkan peluang yang sebenarnya bisa, namun kamu tidak mengambilnya karena tidak percaya diri. Kamu cenderung menolak atau menghindarinya jika sejak awal merasa tidak bisa melakukan dengan baik.

Agung Pratnyawan on FlickrAgung Pratnyawan on GoogleAgung Pratnyawan on InstagramAgung Pratnyawan on Twitter
Agung Pratnyawan
Content Writer
Freelance Content Writer and Web Developer

Agung Pratnyawan

Freelance Content Writer and Web Developer

You May Also Like