JogjaUpdate.com (07/04/18), Beberapa hari kemarin viral video mengenai seorang anak TK yang mengendarai sepeda motor mini atau Pocket Bike. Videonya anak Tk mengendarai pocket bike di jalan raya ini tersebar di berbagai sosial media, dari Instagram hingga Twitter.
Baca: Jebul Banyak Pembalap Dunia Latihan Pakai Mini Bike
Dalam video tersebut menampilkan dua anak bernama Restu dan Arkan berboncengan mengendarai pocket bike di jalan raya. Nampak anak yang mengemudikan sepeda motor kecil ini taat peraturan dengan mengenakan helm, namun temannya yang membonceng tidak.
Melihatnya, Polisi pun langsung menghentikan mereka lalu memintanya ke pinggir. Walaupun anak yang mengemudikan tertib mengenakan helm, namun keduanya masih terlalu kecil untuk berkendara sepeda motor di jalan raya.
Petugas nampak kasihan dan menanyakan di mana orang tua si anak dan di mana rumah mereka. Anak tersebut menjawab tempat tinggalnya ada di persimpangan tak jauh dari lokasi ia dihentikan. Namun ia tak menjelaskan alamat pastinya. Simak video pertama ini:
Nampak kedua anak ini ketakutan kalau petugas menyita pocket bike miliknya ini. Bukannya disita, namun petugas malah ingin mengantar pulang keduanya. Karena terus menangis, petugas pun mempersilakan keduanya pulang dengan mengendarai pocket bike tersebut dengan pengawalan.
Baca: Ini Alasan Kenapa Posisi Duduk Boncengan Harus Menghadap Ke Depan
Polisi mengawal pulang anak TK yang mengendarai pocket bike di jalan raya ini. Dalam video yang lain, nampak dua sepeda motor mengawal dari belakang. Dengan pengawalan polisi ini, kedua anak ini bisa selamat sampai di rumah. Simak video berikut ini:
Dapat Mainan Baru
Kasatlantas Polres Sampang, AKP Musa Bakhtiar menyambangi rumah anak tersebut dengan membawa mainan baru berupa mobil-mobilan. “Kalo masih TK, berarti mainannya apa? Mainannya ini (sambil memberikan mobil-mobilan). Kalo mainan itu (mini moto) nanti kalau sudah besar, atau mau jadi pembalap?” tanyanya.
AKP Musa mengimbau orang tua untuk memberikan pengawasan yang baik kepada anaknya. Dan pihaknya akan memberikan solusi berupa program pelatihan. Karena menurutnya, dalam kasus seperti ini tidak ada yang bisa disalahkan.




