Jangan Sembarangan Membunyikan Klakson Motor, Ada Etikanya

JogjaUpdate.com (22/10/18). Klakson adalah alat komunikasi antar sesama pengguna jalan. Karena itu tidak boleh sembarangan membunyikan klakson motor.

Ada etika tertulis mengenai penggunaan klakson motor di jalan raya. Tidak bisa seenaknya sendiri asal tan-tin di jalan raya.

Baca Juga: Kenapa Kendaraan Bermotor Wajib Menyalakan Lampu Di Siang Hari? Ini Alasannya

Dilansir dari situs resmi Suzuki Indonesia, contohnya, ada motor lain yang sedang melaju secara tiba-tiba pindah jalur ke jalur kamu yang juga sedang melaju. Atau ketika ingin melintasi sebuah persimpangan jalan dengan visual dari arah lain yang terbatas.

Di waktu-waktu seperti disebutkan itulah, klakson punya tugas untuk paling tidak memberi tahu pada pengguna jalan lain tentang keberadaan kendaraan yang sedang kamu kendarai.

Baca Juga: Ini Cara Putar Balik Di U-Turn Dengan Aman

Sudah Diatur dalam Aturan Tertulis

Bunyi klakson juga ternyata sudah diatur dalam sebuah aturan tertulis yang sudah disahkan oleh pemerintah dan dipatuhi oleh para produsen kendaraan.

Ini artinya, selain tidak boleh sembarangan membunyikannya, kita juga tidak boleh sembarangan mengganti klakson dengan bunyi yang terlalu keras sehingga mengganggu pengguna jalan yang lain.

Baca Juga: Bahaya Merokok Sambil Berkendara

Di laman situs resmi Kemenhub (Kementrian Perhubungan Republik Indonesia) aturan tersebut berbunyi, “Agar tidak menimbulkan polusi suara dan diterima dengan bagus oleh indera dengar manusia, kekuatan bunyinya pun harus sesuai dengan aturan yakni paling rendah 83 desibel dan paling tinggi 118 desibel,”.

Aturan ini terdapat dalam PP (Peraturan Pemerintah) Nomor 55 Tahun 2012 Pasal 69. Di website tersebut Kementrian Perhubungan Republik Indonesia juga mengingatkan supaya fungsikan klakson secara bijak.

Arti Bunyi Klakson

Hal penting selanjutnya yang sebaiknya Anda ketahui adalah ternyata bunyi klakson juga mengandung arti.

Contohnya, membunyikan sekali dianggap sebuah sapaan, dua kali diartikan panggilan/minta perhatian atau bisa juga sebuah ucapan terima kasih ketika menyalip kendaraan lain.

Baca Juga: Bahaya Pindah Jalur Mendadak Tanpa Memperhatikan Sekitar

Selalu ingat bahwa penggunaan klakson yang salah berisiko memancing emosi pengendara lain. Salah satu contohnya adalah membunyikan klakson dalam waktu yang lama tanpa putus.

Tidak cuma berisik, pengendara lain yang ada di sekitar Anda juga pasti tidak akan senang diperlakukan seperti itu. Hasilnya risiko terjadinya sebuah keributan di jalan raya menjadi lebih besar.

Baca Juga: Tahukah Kamu Makna Marka Jalan Zig Zag Ini?

Karena itulah, jangan lagi sembarangan membunyikan klakson motor. Bijaklah dalam memakainya.

Agung Pratnyawan on FlickrAgung Pratnyawan on GoogleAgung Pratnyawan on InstagramAgung Pratnyawan on Twitter
Agung Pratnyawan
Content Writer
Freelance Content Writer and Web Developer

Agung Pratnyawan

Freelance Content Writer and Web Developer

You May Also Like