Bahaya Pindah Jalur Mendadak Tanpa Memperhatikan Sekitar

JogjaUpdate.com (15/12/17), Mengendarai kendaraan bermotor dengan aman tidak bisa dianggap remeh. Dibutuhkan kewaspadaan dan konsentrasi, kalau tidak akan membahayakan diri sendiri maupun orang lain. Salah satu penyebab kecelakaan yang cukup sering terjadi adalah pindah jalur mendadak.

Baca: Rasio Kematian Karena Kecelakaan Lalu Lintas Di Indonesia Tertinggi Di Dunia

Tidak sedikit kejadian pindah jalur mendadak yang dilakukan tanpa memperhatikan sekitar. Baik mobil ataupun sepeda motor tiba-tiba berpindah dari jalurnya, bahkan kadang tanpa memberi isyarat seperti lampu sein. Dan pengendara dari belakang pun tidak sempat mengerem yang akhirnya terjadi tabrakan.

Berikut ini ada beberapa contoh kecelakaan karena pindah jalur mendadak:

 

Ketika hendak pindah jalur sebaiknya memperhatikan dahulu sekitar, termasuk belakang melalui kaca spion. Lalu memberikan isyarat melalui lampu sein sebelum berpindah jalur. Pemberian isyarat pun tidak boleh dilakukan secara mendadak, dan harus memperhatikan ada tidaknya kendaraan di belakang.

Setidaknya sein harus dinyalakan 30 meter sebelum berbelok atau pindah jalur untuk memberitahu pengendara lain. Ketika sudah bisa dipastikan situasi di belakang benar-benar aman, barulah berpindah jalur. Tujuannya agar tindakan yang dilakukan tidak merugikan pengendara lain.

Menurut yang dimuat Kompas.com (14/12/17), Jusri Pulubuhu, Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) mengungkapkan petingnya mengecek situasi melalui spion. “Ketika semua sudah dirasa aman, baru berbelok. Kalau tidak aman, jangan belok. Logikanya seperti itu,” ucap Jusri.

Baca: Tips Menghindari Tabrakan Fatal Dengan Hewan Yang Tiba-Tiba Muncul

Agung Pratnyawan on FlickrAgung Pratnyawan on GoogleAgung Pratnyawan on InstagramAgung Pratnyawan on Twitter
Agung Pratnyawan
Content Writer
Freelance Content Writer and Web Developer

Agung Pratnyawan

Freelance Content Writer and Web Developer

You May Also Like