Rocket Padel Dibuka, Terinspirasi Dari Tiktok

JogjaUpdate.com ~ Awalnya mengenal Padel lewat TikTok. Banyak artis yang memainkannya, terlihat fun sekaligus menantang. Peluang bukan hanya kesehatan, tapi juga pariwisata, itulah yang melahirkan Rocket Padel di Yogyakarta

Olah raga Padel menjadi gaya hidup masyarakat urban. Olah raga raket perpaduan tenis dan squash sedang naik daun di Indonesia, klub-klub padel bermunculan, menggelar turnamen, latihan bersama, hingga pelatihan teknik. Jumlah lapangan Padel-pun tumbuh di mana-mana, tidak terkecuali di Yogyakarta.

Padel juga dikenal sebagai salah satu cabang olahraga modern dan kini menjadi magnet baru sport tourism, yang memadukan aktivitas fisik dengan potensi wisata. Banyak artis yang memainkannya, terlihat fun sekaligus menantang.

Baca juga:
Tempat Nongkrong Baru Sekitar Janti, Sobo’ Kitchen & Space
5.000 Gudeg Disajikan di Festival Kuliner Gula Kelapa Pecahkan Rekor MURI
Co-Working Space Komplit Berstandar Internasional Harga Sejutaan Perbulan di HQ Barsa City
Tular Nalar Summit 2025 Merayakan Semesta Kolaborasi

“Awalnya saya mengenal Padel lewat TikTok. Banyak artis yang memainkannya, terlihat fun sekaligus menantang. Setelah mendalami, saya melihat potensi besar, bukan hanya dari sisi kesehatan, tapi juga pariwisata yang melahirkan Rocket Padel di Yogyakarta,” ujar Nurul Atik, pendiri Rocket Padel sekaligus CEO PT Rocket Chicken Indonesia.

Rocket Padel sendiri dibangun dengan standar internasional, menawarkan tiga lapangan indoor dengan pencahayaan LED, lounge nyaman, ruang ganti modern, toko perlengkapan resmi, kafe sehat, mushola hingga area parkir luas.

Konsep Rocket Padel tak hanya arena olahraga, melainkan juga ruang gaya hidup baru bagi komunitas, keluarga, dan wisatawan.

Peresmian Rocket Padel berlangsung meriah pada Sabtu (13/9) di Rocket Convention Sidomoyo, Godean, Sleman, dihadiri oleh tokoh penting seperti Bupati Sleman Harda Kiswaya dan RM Gustilantika Marrel Suryokusumo, Ketua PBPI DIY.

Baca juga:
Begini Etika Berjejaring Sosial Yang Baik dan Benar
7 Tanda Kamu Seorang Perfeksionis
Jebul Jatuh Cinta Bermanfaat Bagi Kesehatan
Bukan Cuma Bumbu Masak, Garam Juga Bermanfaat Bagi Kecantikan

PBPI (Perkumpulan Besar Padel Indonesia) Yogyakarta sebagai induk olah raga Padel di Yogyakarta diresmikan setahun terakhir tetapi 2 atlet asal Yogyakarta berhasil lolos ke tahap seleksi Tim Nasional Padel Indonesia. Jika melangkah ke tahap berikutnya, mereka akan membela Indonesia di kancah internasional.

“Meski PBPI DIY baru berdiri setahun terakhir, kami sudah bisa mengirim atlet ke level nasional. Ini bukti bahwa Yogyakarta punya energi besar untuk mengembangkan padel. Yang dibutuhkan sekarang adalah ekosistem sehat agar olahraga ini tumbuh pesat,” kata Mas Marrel, sapaan akrab RM Gustilantika Marrel Suryokusumo.

Padel dijadwalkan menjadi salah satu nomor yang dipertandingkan pada Pekan Olahraga Nasional (PON) tahun 2028 dan Olimpiade 2032 di Brisbane, Australia.

Baca juga:
Ciri Makanan Terindikasi Mengandung Formalin Dan Boraks
Jebul Sekoteng Punya Manfaat Bagi Kesehatan, Apa Saja Itu?
Jangan Panik Ketika Tersedak Duri Ikan, Ini Cara Mengatasinya
Mengenal Sumber Karbohidrat Pengganti Nasi Yang Lebih Menyehatkan

Olah raga Padel Padel lahir pada tahun 1969 di Acapulco, Meksiko, ketika pengusaha Enrique Corcuera mengubah lapangan miliknya yang sempit menjadi arena permainan dengan dinding, menggabungkan elemen tenis dan squash.

Ia menciptakan padel sebagai alternatif dari tenis, dengan membuat lapangan yang lebih kecil dan dikelilingi oleh dinding.

Awalnya, olahraga ini dikenal dengan nama “Paddle Corcuera” atau “Rebotenis” (dari kata Spanyol rebotar yang berarti memantul).

Baca juga:
Tanda-tanda Tubuh Kelelahan Yang Harus Diketahui
Habis Makan Daging? Ini 5 Buah yang Bantu Jaga Kolesterol Tidak Naik
Ini Makanan Tinggi Kalori Yang Membantu Turunkan Berat Badan
Tahukan Kamu Buah Bintaro, Jebul Berbahaya Lho!

Padel kini tengah digandrungi di Indonesia dan kerap disebut sebagai ‘olahraga kalcer’. Di Indonesia, padel mulai dikenal dan populer pada akhir tahun 2010-an

Olahraga padel mulai menjadi gaya hidup masyarakat urban Indonesia dalam beberapa tahun terakhir, karena sifatnya yang inklusif dan menyenangkan padel menjadi mudah digandrungi.

Berbeda dengan tenis, padel dimainkan oleh dua pasangan (ganda) dalam sebuah lapangan tertutup berukuran 10 x 20 meter, atau 6 x 20 meter untuk permainan tunggal. Lapangan ini dikelilingi tembok kaca seperti pada permainan squash, yang menjadi bagian dari permainan karena bola dapat dipantulkan ke dinding. Jaring (net) setinggi 88 cm membentang di tengah lapangan untuk memisahkan kedua sisi pemain.

Raket padel tidak memiliki senar seperti raket tenis, bentuknya solid menyerupai bet tenis meja yang diperbesar dengan lubang-lubang kecil. Sementara itu, bola yang digunakan sangat mirip dengan bola tenis.

Sistem skor yang digunakan juga menyerupai tenis, yaitu 0-15-30, dan pemain dilarang membiarkan bola memantul dua kali di area mereka sendiri. Kecepatan, strategi, serta kelincahan menjadi kunci utama dalam memenangkan permainan ini. (140925//25)

agen judi bola
dhwSeng on InstagramdhwSeng on Tumblr
dhwSeng
Adminnya JogjaUpdate

dhwSeng

Adminnya JogjaUpdate

You May Also Like