6 Sekolah Di Jogja Yang Dikenal Angker

JogjaUpdate.com (23/2/17), Setelah kemarin dibahas kisah horor kampus di Jogja, kini giliran sekolahan. Jogja yang dikenal sebagai kota pelajar dengan segudang sekolah berprestasinya, ternyata memiliki kisa horor juga. Berikut ini ada 6 gedung sekolah di Jogja yang dikenal angker oleh masyarakat:

1. SMA N 7 Yogyakarta

SMA Negeri 7 Yogyakarta yang terletak di Jalan MT. Haryono ini dikenal memiliki gedung lama yang angker. Apalagi dulunya sekolah ini merupakan sebuah rumah sakit, bahkan kabarnya bekas lemari kamar mayat masih ada di sana. Sehingga tidak heran banyak kisah-kisah horor yang berkembang dari sekolah berprestasi ini.

Kisah yang banyak beredar adalah penampakan sosok perawat di beberapa sudut SMA N 7. Sosok perawat ini dikenal dengan nama Suster Yani, yang sering menampakan diri kepada para siswa di sore hari menjelang malam. Urband Legend Suster Yani ini juga lekat didengar sama masyarakat sekitar SMA N 7.

 

2. SMK N 4 Yogyakarta

SMK Negeri 4 Yogyakarta ini masuk dalam kelompok sekolah pariwisata di Kota Yogyakarta. Menurut cerita masyarakat, dulunya tempat beridinya gedung sekolah ini adalah tempat pemakaman. Hal ini membuat kawasan sekolah kejuruan ini menjadi angker dan mempunyai banyak kisah horor.

Menurut cerita yang berkembang, di sekolah ini beberapakali terjadi kesurupan massal. Ada pula sebuah pohon beringin yang dipercaya sebagai sarang para penunggu SMK N 4 ini. Dan ada juga kisah yang menceritakan kalau malam datang, sering muncul penampakan wanita berbaju putih jalan mengelilingi pohon tersebut.

 

3. SMK N 2 Depok (STM Pembangunan)

Dulunya sekolah ini dikenal dengan nama STM Pembangunan Yogyakarta (Stembayo), diresmikan oleh Presiden Soeharto pada 29 Juni 1972. Sekolah kejuruan ini menggunakan bangunan lama dari masa kolonial. Seperti halnya dengan bangunan-bangunan lama lainnya, gedung sekolah ini tidak lepas dari kisa horor.

Menurut kisah yang berkembang, dulunya ada area pemakaman di kompleks sekolah ini. Bahkan menurut masyarakat masih ada pohon kamboja yang masih berdiri di samping auditorium Stembayo. Belum lagi ada kisah kecelakaan pekerja bangunan yang tewas tertimpa tembok Bengkel Teknik Gambar Bangunan. Dan menurut cerita kini pekerja bangunan ini yang sering menghantui sekolah ini.

 

4. SMA N 1 Yogyakarta

Sekolah ini masuk dalam jajaran sekolah elit di Kota Yogyakarta yang memiliki banyak prestasi. SMA Negeri 1 Yogyakarta ini juga sering disebut dengan nama SMA Teladan, walau begitu tidak lepas dari kisah horor. Dan sama seperti sekolah horor lainnya, SMA ini juga menggunakan bangunan lama.

Salah satu cerita yang berderar adalah tentang Mbak Yayuk, yang diduga dulunya salah satu siswa sekolah ini. Karena hamil di luar nikah, Mbak Yayuk memutuskan bunuh diri dengan cara gantung diri di salah satu raungan lantai 3 SMA N 1 ini. Menurut cerita Mbak Yayuk sering terlihat memainkan lagu Fur Elise di piano tua ruangan OSIS. Namun cerita lain mengisahkan kalau memainkan lagu Fur Elise ini bakal memanggil Mbak Yayuk. Mana yang benar, tidak ada yang tahu.

Cerita mistis sekolah ini tidak hanya Mbak Yayuk saja, namun ada kisah misteri mengenai gedungnya. Menurut masyarakat, gedung sekolah ini adalah Gedung Kembar, yang satu digunakan sekolah yang satunya digunakan Jogja National Museum (JNM). Dari cerita orang-orang, dulunya gedung JNM ini mau dibeli sekolah namun tidak mendapatkan ijin, karena berhantu.

 

5. SMA 3 Yogyakarta

Sekolah yang berlokasikan di Jl. Yos Sudarso no 7 Kotabaru ini adalah sekolah paling elit dan paling favorit di Jogja. SMA N 3 Yogyakarta yang dikenal juga dengan nama Tiga Bhe (3B) atau Padmanaba ini menempati menempati bangunan peninggalan kolonial seluas 3.600 m2 di atas lahan seluas 21.640 m2 di kawasan Kotabaru Yogyakarta.

Pada jaman kolonial hingga pecah Perang Dunia II, sekolah ini dikenal dengan Algemene Middelbare School (AMS) afdelling B. Dulunya cuma kaum bangsawan dan elit pribumi bisa sekolah di sini bersama anak-anak pegawai pemererintah kolonial. Dan karena menggunakan banyak gedung peninggalan era kolonial, banyak kisah horor yang bermunculan.

Salah satu kisah yang paling banyak terdengar adalah mengenai ruangan pojok timur, tepatnya Ruang Kimia 1. Konon, terdapat lorong yang menghubungkan dengan ruang Biologi 2 di pojok barat. Bahkan tersambung pula ke ruang VIIIG di SMPN 5 Yogyakarta. Di ruangan ini banyk muncul penampakan wanita berambut panjang. Ia terlihan berjalan melewati ruangan tersebut, dan kalau malam kadang terdengar suara-suara.

 

6. SMK N 2 Yogyakarta

Sekolah kejuruan yang beralamatkan di Jalan A.M. Sangaji 47 Yogyakarta ini dulukan dikenal dengan nama STM Jetis atau STM 1 Yogyakarta. SMK N 2 Yogyakarta ini merupakan salah satu sekolah kejuruan tertua di Indonesia. Di jaman kolonial sekolah ini bernama Princess Juliana School (PJS), dan pernah digunakan sebagai penjara di era pendudukan Jepang.

Menurut cerita yang berkembang, SMK N 2 ini memiliki beberapa spot angker. Yang pertama adalah lorong menuju area Bengkel Otomotif dari gedung utama. Menurut cerita, dulunya jaman kolonial tempat ini juga pernah dijadikan sebagai rumah sakit. Dan area ini dulunya merupakan area kamar mayat.

Kedua, adalah tangga koridur perbatasan SMK N 2 dengan SMK N 3 yang menurut cerita terdapat ruamah besar. Jika memasuki rumah ini, kita tidak bisa lagi keluar. Ketiga ada area teori barat yang dikenal dengan nama Kulon Ndeso, yang menurut cerita merupakan tempat pembuangan korban masa kolonial.

Keempat, ada Aula yang dijadikan sebagai bengkel permesinan. Dipercaya, aula ini dulu sebagai pintu masuk ke ruangan bawah tanah. Menurut cerita, dulu ada seorang siswi yang kesurupan dan pingsang. Ketika ia siuman, ia menceritkan kalau telah berkeliling ke SMP 6 dan SMA 11 melalui ruangan bawah tanah tersebut.

Yang kelima ada ruang teori matematika, yang kono ceritanya merupakan pintu utama ke ruangan bawah tanah. Ruangan ini disebut-sebut sebagai yang paling angker di SMK N 2 ini. Banyak yang menceritakan kalau ering terjadi penampakan di ruangan ini. Memang tidak mengeherankan, karena masih menggunakan bangunan peninggalan masa kolonial.

Agung Pratnyawan on FlickrAgung Pratnyawan on GoogleAgung Pratnyawan on InstagramAgung Pratnyawan on Twitter
Agung Pratnyawan
Content Writer
Freelance Content Writer and Web Developer

Agung Pratnyawan

Freelance Content Writer and Web Developer

You May Also Like