Kerokan Menurut Sudut Pandang Medis

JogjaUpdate.com (21/4/17), Mungkin kita semua tahu kalau solusi dari masuk angin itu adalah kerokan, selain obat dan istirahat. Kerokan merupakan pengobatan tradisional yang dipercaya dapat mengeluarkan angin yang terlalu banyak di dalam tubuh. Lalu bagaimana kerokan menurut sudut pandang medis? Apakah aman dan benar berkhasiat?

Apa itu sebenarnya kerokan? Menurut Wikipedia, Kerokan adalah sebuah terapi pengobatan alternatif untuk gejala masuk angin dengan metode menggaruk sambil menekan bagian permukaan kulit menggunakan minyak dan benda tumpul. Garukan ini menyebabkan guratan merah atau lecet pada kulit.

Bagaimana menurut sudut pandang medis? Seperti yang dimuat antozz.wordpress.com, Didik Tamtomo, dosen FK UNS yang menjadikan kerokan sebagai bahan penelitian gelar doktor di FK Unair. Secara ilmiah, kerokan ini terbukti mampu mengobati masuk angin atau sindrom dingin dengan gejala nyeri otot (mialga).

Pada proses kerokan, seceara biologi molukuler terjadi reaksi inflamasi atau radang dengan segala respon yang mengikutinya seperti perubahan diameter vaskuler (pembuluh darah), migrasi sel darah putih (leukosit) dan pengluaran mediator inflamasi sperti IL-1 beta, Clq, C3, Beta endorfin dan PGE2.

Selain mediator inflmasi, pada kerokan juga terjadi rangsangan pada keratinosit dan endotel atau lapisan paling dalam pembuluh darah yang akan bereaksi dengan munculnya propiomelanokortin (POMC). POMC merupakan polipeptida yang kemudian akan dipecah dengan hasil akhir salah satunya adalah Beta endorfin.

Dalam penelitian yang dilakukan, pasca kerokan terjadi peningkatan IL-1 beta, Clq, dan Beta endorfin. Sementara kadar C3 dan PGE2 turun. Hasil ini menyebabkan rasa segar, nyaman, berkurangnya nyeri otot dan eforia. Inflamasi yang ditimbulkan selain meredakan nyeri otot juga memicu reaksi kardiovaskuler. Tandanya adalah peningkatan temperatur tubuh secara ringan, antara 0,5-2oCelcius.

Menurut Wikipedia, kerokan ini prinsipnya tidak jauh beda dengan akupuntur. Di mana prinsinya akan meningkatkan temperatur dan energi yang ada pada tubuh. Peningkatan energi ini dilakukan melalui rangsangan kulit tubuh bagian luar. Dengan ini, saraf penerima rangsang di otak akan menghasilkan efek memperbaiki organ pada titik-titik meridian tubuh. Sehingga aliran darah pun jadi meningkat.

 

Sumber:
https://id.wikipedia.org/wiki/Kerokan
https://antozz.wordpress.com/2008/07/31/kerokan-dalam-pandangan-medis/

Agung Pratnyawan on FlickrAgung Pratnyawan on GoogleAgung Pratnyawan on InstagramAgung Pratnyawan on Twitter
Agung Pratnyawan
Content Writer
Freelance Content Writer and Web Developer

Agung Pratnyawan

Freelance Content Writer and Web Developer

You May Also Like