Perbedaan Karakter Pelek Racing dan Jari-jari Untuk Sepeda Motor

JogjaUpdate.com (20/5/17), Dulu dipasaran hampir semua motor menggunakan pelek jari-jari. Namun kini, hampir semua seri motor tersedia versi yang menggunakan pelek cast wheel, atau lebih sering disebut dengan pelek racing. Memang pelek racing dan jari-jari ini benar-benar berbeda.

Seperti yang dirilis Kompas.com, Endro Setiaji, mekanik Honda Jateng dari AHASS Kurnia Agung Kendal mengatakan kalau saat ini pemilihan pelek itu masalah tren dan selera pengendara. “Ini hanya masalah tren dan ‘taste’ si pengendara. Karena tidak ada perbedaan mendasar, antara pelek racing maupun jari-jari. Bedanya pada bahan pembuat dan tampilannya saja,” ungkapnya.

Pemilihan penggunaan pelek racing dan jari-jari ini sebenarnya bukan cuma soal tampang atau fashion belaka. Karena masing-masing jenis pelek ini memiliki karakteristik yang berbeda, kelebihan dan kekurangan masing-masing. Karena itulah sebaiknya memilih pelek yang sesuai dengan peruntukannya.

Mekanik yang mewakili Honda Indonesia di kontes mekanik Asia-Oceania di Vietnam itu menyampaikan perbedaan karakter kedua jenis pelek ini. Menurutnya, karakter pelek racing itu lebih kaku atau rigid, di mana akan lebih cocok untuk jalanan berkarakter aspal atau sirkuit aspal.

Sedangkan untuk pelek jari-jari, menurutnya karakternya lebih kearah lentur sehingga cocok di jalan bergelombang. “Dibanding dengan pelek racing yang punya sifat lebih kaku, pelek jari-jari akan pas bila digunakan untuk jalan sedikit bergelombang, berpasir, atau berkerikil, karena kelenturannya,” ujar Endro.

Perawatan

Endro menambahkan, kalau kedua jenis pelek ini membutuhkan perawatan rutin. Baik pelek jari-jari maupun racing membutuhkan pemeriksaan balancing, bearing roda, ban, secara berkala. Pemeriksaan seharusnya juga segera dilakukan ketika dirasakan kurang enak ketika motor dikendarai.

“Dibading pelek racing, jari-jari sebenarnya lebih mudah terlihat, jika ada kerusakan, seperti jari-jari yang kendor atau patah, selain merasakan ketidakstabilan sepeda motor saat dikendarai. Intinya agar pelek tetap aman, hindari pemakaian motor yang terlalu ekstrem, seperti kerap menghajar lubang dengan keras dan melintasi polisi tidur dengan kecepatan tinggi,” tutur Endro.

Agung Pratnyawan on FlickrAgung Pratnyawan on GoogleAgung Pratnyawan on InstagramAgung Pratnyawan on Twitter
Agung Pratnyawan
Content Writer
Freelance Content Writer and Web Developer

Agung Pratnyawan

Freelance Content Writer and Web Developer

You May Also Like