Nick Woodman, Pendiri GoPro Yang Terinspirasi Dari Peselancar Bali

Nick Woodman -www.forbes.com

Nick Woodman,Pencipta dan pemilik GoPro sukses menjadi miliarder baru setelah perusahannya mencetak lebih dari US$ 2 miliar. Perusahaan ini sukses memproduksi serta memperdagangkan paket kamera mini dengan pengikat tubuh untuk mengabadikan momen-momen spektakuler olahraga ekstrim. Uniknya, Woodman sang pendiri GoPro mendapat inspirasi untuk bisnisnya setelah berselancar di Bali, Indonesia.

Sebelum GoPro berdiri, Nick Woodman mendirikan perusahaan start-up teknologi bernama Fun Bug. Woodman berniat menjadikan Fun Bug sebagai developer game online.

Akan tetapi rencana ini gagal karena Fun Bug tak kunjung berkembang. Game buatan Fun Bug jeblok di pasaran karena minimnya peminat. Ia pun terpaksa menutup perusahannya dan melunasi hutangnya yang bernilai jutaan dollar yang digunakan sebagai modalnya.

saat sedang frustasi, Woodman memutuskan pergi bertualang menjajal pantai di Australia dan Bali pada 2002 silam. Di Bali, ia bertemu dengan beberapa surfer yang kerepotan untuk mengabadikan adegan menantang saat beraksi melewati ombak. Para surfer tersebut mengikatkan kamera ke tubuh mereka, namun kamera itu kerap lepas saat di terjang ombak besar.

Maka Terpikir oleh Woodman untuk menciptakan kamera plus pengikat tubuh yang pas untuk para surfer, dan pecinta olahraga ekstrem lain. Namun ia tak punya modal.

Saat melihat kalung, sabuk dan kerajinan lain yang terbuat dari kerang di salah satu pasar di Bali, Woodman mendapat ide. Dia memborong barang-barang tersebut dengan harga murah dan menjualnya kembali dengan banderol eksklusif di Amerika.

Sebagai contoh, Woodman membeli kalung kerang seharga US$ 2 dan menjualnya dengan banderol US$ 60. Barang-barang tersebut laku keras dan Woodman bolak-balik mengordernya ke Bali hingga bisa mengumpulkan duit US$ 10 ribu.

Dengan uang itu, plus pinjaman US$ 35 ribu dari ibunya, Woodman mulai memproduksi kamera dan pengikat tubuh khusus untuk olahraga ekstrem. Di bawah merk GoPro, dia menjajakan barang tersebut di lingkungan terbatas. Kesuksesan mulai datang saat sebuah perusahaan Jepang memesan 100 paket kamera Woodman untuk acara pameran produk olahraga.

GoPro laris manis lantaran bisa memproyeksikan gambar berkecepatan tinggi dengan resolusi yang menakjubkan. Kamera kecil yang bisa dipasang di kepala, lengan atau badan ini cocok digunakan para atlet atau pecinta olahraga ekstrem. Dia menciptakan GoPro, kamera kecil beresolusi tinggi lengkap dengan tali pengikat ke bagian tubuh. Di bawah bendera GoPro, pada 2004 Woodman menciptakan tali pengikat berbahan campuran karet dan tekstil dengan sistem ikatan khusus yang tak mengganggu gerakan. Tali itu lantas digunakan untuk mengikat kamera kecil dengan posisi yang bisa disesuaikan dengan keinginan si pemakai.

Sejak saat itu, Woodman berupaya merancang kamera dan dudukannya sendiri. Kamera seharga US$ 300 per paket tersebut laris manis diborong para pembalap, penerjun payung, peselancar serta peminat olahraga ekstrem non-profesional. Dengan GoPro, Woodman kini menjadi kaya raya dan bisa menghidupi 150 pegawai.

Woodman pun semakin kaya lantaran 8,88 persen sahamnya diakuisisi oleh Foxconn senilai US$ 200 juta atau Rp 1,93 triliun pada pekan ketiga Desember 2012. Majalah ekonomi Forbes mengabarkan, Woodman pun menjadi miliarder setelah menguasai 51 persen saham GoPro senilai US$ 1,15 miliar.

jogupcom on Instagramjogupcom on Tumblr
jogupcom
Adminnya JogjaUpdate

jogupcom

Adminnya JogjaUpdate

You May Also Like