Membuat Foto ‘Senja’ Yang Dramatis

-@syekhdaan-

Keindahan senja sering diabadikan para fotografer. Sekarang siapapun bisa memotret senja menggunakan kamera apapun. Bagi yang ingin mengabadikan keindahan senja, berikut tips dan triknya dikutip dari berbagai sumber.

  •  Lokasi

Lokasi terbaik foto senja adalah pantai. Mengapa pantai? karena kita bisa melihat matahari turun sampai cakrawala. Meskipun tidak menutup kemungkinan memotret senja di berbagai tempat, seperti di atas bukit, perkotaan, dan lain-lain.

  • Kondisi Langit Saat Sore

Biasanya saat memotret senja, yang sering terjadi adalah kondisi langit masih terlalu terang. cara mengakalinya dengan mempercepat shutter speed sampai tidak terlihat putih atau terlalu terang. Jika mengunakan mode P/A(Av)/S dll, gunakan fungsi kompensasi exposure (berlambang +/-) dan ganti setting ke arah minus.

  • Setting Kamera

Setting kamera untuk foto senja sebaiknya di mode Manual. Dengan catatan kita sudah akrab dengan yang namanya ISO, shutter speed, dan Aperture.

Untuk Setting Aperture bisa menggunakan f/8 – f/16, tergantung dari jarak subyek terdekat. Setting ISO bisa menggunakan ISO terendah kamera. Sementara untuk shutter speed, tergantung kondisi cahaya saat itu. Semakin gelap cahaya, semakin lambat shutter yang dipilih.

Tapi bila kita tidak ingin diribetkan dengan berbagai macam setting manual kamera. Gunakan mode Sunset, beberapa kamera sudah menyediakan mode ini. 😀

  • Pergunakan Manual Fokus

Memotret kondisi gelap menyebabkan autofokus tidak berkerja dengan baik. Tapi jangan khawatir, hal ini bisa disiasati dengan menggunakan manual fokus. Putar saja ring fokus yang terletak di lensa sampai dapat ketajaman gambar yang diinginkan.

  • Mengatasi Kontras Tinggi

Untuk menyeimbangkan cahaya yang terlalu tinggi, bisa menggunakan filter GND (graduated neutral density). Alternatif lain jika ingin langit dan buminya seimbang yaitu mengaktifkan fitur yang dinamakan Active D Lighting (Nikon), Auto lighting optimizer (Canon). Ada juga kamera yang kini memiliki fitur Built-in HDR.

Saat menggunakan teknik HDR, kita wajib mengunakan tripod supaya foto akhir tidak berbayang dua. Cara lainnya yaitu membuat dua atau lebih dari dua foto yang terang gelapnya berbeda-beda lalu menggabungkannya dengan software pengolah HDR seperti Photomatix atau Adobe Photoshop.

jogupcom on Instagramjogupcom on Tumblr
jogupcom
Adminnya JogjaUpdate

jogupcom

Adminnya JogjaUpdate

You May Also Like