Jebul Dinosaurus Juga Bisa Sakit Rematik

JogjaUpdate.com (18/9/17), Jebul ternyata penyakit persendian atau sering disebut sakit rematik, sudah ada dari jaman dahulu bahkan di zaman purba. Bahkan dinosaurus pun juga bisa kena sakit rematik ini. Penyakit tulang pada persendian ini juga ditemukan pada beberapa fosil dinosaurus.

Seperti yang dimuat dalam Kompas.com (16/9/17), dari hasil analisis yang dilakukan terhadap fosil Hadrosaurus, diketahui adanya penyakit arthritis. Awalnya peneliti mencurigai kondisi persendian yang tidak biasa pada fosil dinosaurus berusia 78 juta tahun ini. Mereka menemukan tulang dari dinosaurus ini menyatu serta berbintik aneh.

Para peneliti menduga, dinosaurus ini menderita radang trthritis kronis yang disebut Spodiloartritis. Penyakit ini menyerang tulang belakang dan dat membuatnyan menyatu. “Ini adalah kasus Spondiloartritis pertama yang terjadi pada hadrosaurid yang kita ketahui,” kata Darren Tanke, peneliti dari Royal Tyrrell Museum of Palaeontology di Alberta Kanada.

Fosil unik tersebut ditemukan pada 1988 di sebuah danau buatan di selatan Alberta, Kanada. Tanke menceritakan kalau peneliti hanya melakukan pengumpulan tulang secara umum di sepanjang garis pantai di sana. “harus segera dikumpulkan atau mereka akan hancur,” tambah Tanke.

Setelah dikumpulkan, fosil tersebut dimasukan dalam tempat menyimpanan untuk dilakukan analisis selama bertahun-tahun di Museum Royal Tyrell. Setelah tulang dinosaurus yang masih menyatu dengan tanah dibersihkan, barulah ditemukan keanehan pada tulang misterius tersebut.

Tulang tersebut tampak seperti sakrum, tulang di punggung bawah yang berada di antar tulang punggul dan panggul. “Seiring fosil semakin bersih, kami menyadari jika perpaduan tulang itu bukanlah sakrum. Ia menyatu karena itu adalah patologi spesimen, tulang itu juga bukan tulang belakang sacral melainkan tulang belakang dorsal (tengah punggung),” jelas Tanke.

Tidak umum menemukan tulang dinosaurus paruh bebek yang menyatu, apalagi bagian punggungnya. Kemudian dianalisa sia fosil dinosaurus tersebut dengan hati-hati menggunakan alat menghembusan angin serta bahan abrasi untuk menyngkirkan batu dan tanah liat. Dan hasil akhrinya tidak terduga.

Ditemukan tulang belakang yang menyatu, berbintik serta bertekstur. Ini merupakan bukti pada itu adalah Spondiloartritis. Kondisi ini kemungkinan akan menggangu pergerakan dinosaurus ketika melarikan diri dari predator. Bahkan pergearakan dalam kehidupan sehari-hari juga akan terganggu.

Bukti keberadaan Spondiloartritis ini juga ditemukan pada dinosaurus spesies lain, termasuk spesies bertanduk, sauropodan yauitu dinosaurus herbivora berleher dan berekor panjang, serta theropoda atau dinosaurus pemakan daging. Hasil penelitian ini dipresentasikan dalan pertemuan Paleontologi Vertebrarata 23 Agustus 2017 di Calgary, Alberta.

Agung Pratnyawan on FlickrAgung Pratnyawan on GoogleAgung Pratnyawan on InstagramAgung Pratnyawan on Twitter
Agung Pratnyawan
Content Writer
Freelance Content Writer and Web Developer

Agung Pratnyawan

Freelance Content Writer and Web Developer

You May Also Like