Jebul Ada Museum Bahari di Jogja Lho! Udah Pernah Ke Sini?

JogjaUpdate.com (05/03/2019), Jogja memang tidak punya pelabuhan tempat bersandar kapal-kapal besar, apalagi kapal militer. Namun ternyata, Jogja punya Museum Bahari.

Menariknya lagi, Museum ini tidak terletak di pinggiran pantai atau pelabuhan. Melainkan lokasinya ada di tengah Kota Yogyakarta.

Baca Juga : Museum Dirgantara Mandala, Tersimpannya Sejarah TNI AU

Dengan nama Museum Bahari Yogyakarta, museum ini berlokasikan di Jl. RE Martadinata No. 69 Wirobrajan. Pasti mudah untuk menemukannya.

Apalagi desain bangunannya sangat menarik, seperti selayaknya kapal perang saja. Dari luar langsung menarik perhatian.

Pendirian Museum Bahari Yogyakarta ini diprakarsai oleh seorang prajurit TNI AL, Laksamana Madya TNI Yosafat Didik Heru Purnomo

Kecintaannya pada kelautan dan keresahannya pada generasi muda yang tidak lagi concern terhadap bidang kelautan beliau menghibahkan rumah pribadinya sebagai museum.

Baca Juga : Tertarik Jadi Agen Rahasia, Main-Main Ke Museum Sandi Negara

Museum ini resmi dan dibuka untuk umum pada tanggal 25 April 2009. Dan masih terus beroperasi hingga kini, bahkan masih berkembang.

Di museum ini, pengujung dapat menikmati seluk beluk tentang dunia maritim. Pengunjung dapat mengetahui secara detail isi anjungan kapal perang, serta film dokumenter sejarah TNI AL.

Baca Juga : Eksplorasi Flora Dan Fauna Di Museum Biologi UGM

Selain itu, kita dapat melihat koleksi kelautan dan pertahanan laut berupa meriam, bom laut, torpedo, alat selam, telegraf, miniatur kapa, peta laut dunia, jangkar dan replika kapal beserta komponen-komponen di dalamnya.

Museum Bahari memiliki empat ruang utama, yaitu ruang koleksi dan souvenir, ruang koleksi yang terdapat di lantai dua.

Ruang anjungan terakhir ruangan audio visual yang dilengkapi dengan peralatan audio viual untuk pemutaran film yang berkaitan dengan kelautan.

Selain koleksi tersebut museum ini juga menyajikan simulasi di anjungan kapal yang dilengkapi dengan sistem kendali senjata dan navigasi serta peralatan pendukung kapal perang seperti baling-baling, ranjau, torpedo, dan meriam.

Baca Juga : Museum Pergerakan Wanita, Jejak Perjuangan Kaum Perempuan Indonesia

Museum Bahari Yogyakarta ini buka dari hari Sabtu hingga Minggu pukul 08.30 – 15.30 WIB. Namun jika datang secara rombongan besar, harap memberitahu lebih dulu.

Agung Pratnyawan on FlickrAgung Pratnyawan on GoogleAgung Pratnyawan on InstagramAgung Pratnyawan on Twitter
Agung Pratnyawan
Content Writer
Freelance Content Writer and Web Developer

Agung Pratnyawan

Freelance Content Writer and Web Developer

You May Also Like