Sejarah Jogja National Museum

JogjaUpdate.com ~ Siapa yang belum tahu Jogja National Museum atau biasa disebut JNM? Berikut adalah sejarah singkat Jogja National Museum.

Jogja National Museum (JNM) menempati lokasi sakral bekas kampus Akademi Seni Rupa Indonesia (ASRI) di Gampingan, Wirobrajan, Kota Yogyakarta. Kampus ASRI merupakan ground zero seni rupa di Indonesia.

Tempat ini nilai bersejarahnya mungkin setara dengan Lokananta di Solo yang juga menjadi ground zero dalam
perjalanan musik Indonesia pasca kemerdekaan. JNM sejak beberapa tahun terakhir selalu menjadi venue
bagi berbagai ajang seni budaya bergengsi di tanah air, misalnya Art Jog dan Biennale Jogja.

Pada tahun 1950, Sri Sultan Hamengku Buwono IX menghibahkan sebidang tanah seluas 1,4 hektar di area Gampingan, Wirobrajan yang kemudian berkat bantuan Amerika Serikat dibangunlah gedung pre-fabrikasi yang
diperuntukkan sebagai Kampus ASRI. Kompleks pendidikan seni rupa pertama di Indonesia ini menarik
perhatian Presiden Soekarno yang kemudian datang berkunjung ke Gampingan.

“Saya telah melihat-lihat di ASRI. Ternyata bahwa kemerdekaan membawa kemajuan juga di lapangan
kesenian. Kemerdekaan memang berarti ‘Pembebasan.’ Kesenian kita yang dulu dalam zaman penjajahan
terbelenggu, menjadilah bebas merdeka dalam alam kemerdekaan. Terbanglah membubung di angkasa
laksana burung Elang – Rajawali,” tulis Presiden Soekarno saat berkunjung ke Kampus ASRI pada 1955.

Sejak 1955 Kampus ASRI melahirkan para maestro seni rupa tanah air, mulai dari Sapto Hudojo, Saptoto, I Nyoman Gunarsa, Edhi Sunarso, Amri Yahya, Djoko Pekik, Widayat, G. Sidharta, hingga berbagai nama besar seniman lainnya.
Baca juga:
Paviliun JNM Bloc Resmi Dibuka untuk Umum di Yogyakarta
6 Sekolah Di Jogja Yang Dikenal Angker
Museum Di Jogja Yang Belum Banyak Orang Tahu
Liburan Di Musim Hujan? Ini 5 Wisata Indoor Di Jogja

Jogja National Museum (foto: jogjanationalmuseum.com)

Pada tahun 1968 ASRI kemudian berubah menjadi Sekolah Tinggi Seni Rupa Indonesia (STSRI) yang mencetak banyak sarjana seni rupa di kemudian hari.

Setelah berjalan enam belas tahun lamanya, pada pertengahan 1984, STRSI kemudian melebur bersama Akademi Seni Tari Indonesia (ASTI) dan Akademi Musik Indonesia (AMI) menjadi Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta.

Kampus ISI kemudian dipindahkan ke Jl Parangtritis KM 6, Sewon, Bantul pada tahun 1998 dan bekas kampus di Gampingan ini sempat menjadi vakum dan kurang terawat.

Keberadaan JNM bermula dari area kompleks bekas gedung Akademi Seni Rupa Indonesia (ASRI-1950) dan Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD-1984) yang kemudian berubah jadi ISI Yogyakarta. Bekas gedung ISI ini mulai diaktivasi kembali oleh Yayasan Yogyakarta Seni Nusantara (YYSN) pada tahun 2006 menjadi Jogja National Museum, sebagai rintisan museum seni kontemporer. Yayasan Yogyakarta Seni Nusantara bekerjasama dengan alumni Fakultas Seni Rupa ISI Yogyakarta pada 19 November 2006 menggelar ‘Melukis Lagi di Gampingan’, para seniman sepakat untuk menyumbangkan hasil lukisan yang akan dipamerkan tersebut untuk dana pembangunan Jogja National Museum.

Pada awal tahun 2008 pihak JNM melakukan renovasi gedung yang dipusatkan pada gedung utama. Ruang pamer yang terdapat di JNM antara lain: Ruang Fine Art Museum Gallery, Pendopo Ajiyasa, Ruang Seni Situs Patung, dan Ruang Situs Kriya.

Baca juga:
8 Museum di Jogja Yang Mungkin Belum Kamu Kunjungi
7 Wisata Tengah Kota Jogja
Liburan Bersama Anak? Ini Ada 5 Tempat Wisata Pendidikan di Jogja
Inilah 4 Kota Tujuan Wisata Untuk Traveler Pemula 

Tahun 2021, YYSN berkolaborasi dengan Radar Ruang Riang (RRR) memulai proses cipta ruang (placemaking) dan alih fungsi sebagian besar kawasan Jogja National Museum menjadi JNM Bloc. Pada 21 Oktober 2021 diresmikan pembukaan Paviliun JNM Bloc oleh KPH Wironegoro dan Handoko Hendroyono yang mewakili kedua institusi tersebut.

Pengembangan JNM Bloc akan dilakukan bertahap, setelah tahun 2021 menyelesaikan JNM Bloc Tahap Pertama, tahun 2022 rencananya kan dilanjutkan dengan JNM Bloc Tahap Kedua

Siapa yang belum pernah ke Jogja National Museum atau ke JNM Bloc?

Sumber:
– Press Release Opening Paviliun JNM Bloc
– jogjanationalmuseum.com
– Wikipedia

dhwSeng on InstagramdhwSeng on Tumblr
dhwSeng
Adminnya JogjaUpdate

dhwSeng

Adminnya JogjaUpdate

You May Also Like