Isu Lingkungan, Tetra Pak Indonesia Edukasi Konsumen Ke Hutan Kulon Progo

JogjaUpdate.com (22/02/2019), Sejak beberapa tahun terakhir, perhatian masyarakat terhadap isu lingkungan khususnya sampah akibat dari aktifitas konsumsi dan industri makin menguat. Tetra Pak Indonesia memberikan edukasi kepada konsumen melalui hutan tersertifikasi di Kecamatan Kalibawang, Kabupaten Kulon Progo, DI Yogyakarta, untuk menyaksikan dan mempelajari pengelolaan hutan yang bertanggungjawab. Ini merupakan komitmen Tetra Pak Indonesia terhadap pelestarian lingkungan hidup.

Environment Tetra Pak Indonesia, Reza Andreanto mengatakan permasalahan lingkungan dan sampah akibat implikasi aktifitas konsumsi dan industri makin menguat sebagaimana diperlihatkan pada komitmen dan target Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan pada penanganan sampah di tahun 2025.

Baca juga: ‘Sastra Hutan’ Wujud Kepedulian Lingkungan Alvin & I 

“Menjawab adanya kebutuhan itu, Tetra Pak Indonesia bekerjasama dengan Forest Stewardship Council (FSC) tergerak untuk mengedukasi dan mengenalkan praktek pengelolaan hutan yang bertanggung jawab kepada publik melalui kunjungan ke salah satu hutan di Kulon Progo”, kata Reza.

“Konsumen melihat langsung praktek pengelolaan hutan yang bertanggung jawab dari penanaman, pemotongan hingga pemanfaatan hasil hutan. Sejauh ini, Tetra Pak Indonesia telah memiliki sumber daya alam terbarukan yang dikelola secara bertanggung jawab dari hutan tersertifikasi FSC”, lanjutnya.

“Kami telah memiliki material kertas dari tebu agar kertas karton kami dapat kembali ke alam. Kemasan karton Tetra Pak Indonesia dibuat hampir 75 persennya dari sumber daya terbarukan, bahkan salah satu kemasan bernama Tetra Rex Bio-Based untuk produk minuman pasteurisasi sudah 100 persen berasal dari sumber alam terbarukan dengan kombinasi tebu dan kertas”, katanya.

Namun demikian, ia mengatakan, materi terbarukan saja tidaklah cukup, dibutuhkan sebuah proses sertifikasi dan ‘chain of custody’ yang seksama untuk memastikan prakteknya bertanggung jawab. Produk dengan sertifikasi FSC  berguna untuk memastikan keberlanjutan hutan bagi generasi mendatang.

Selain Reza Andreanto, turut berbicara Indra Setia Dewi, Marketing and Communication Manager FSC dan Nida Nurul Huda, Sales and Marketing PT Sobi pada diskusi Pemanfaatan Material Terbarukan Dari Hutan Yang Dikelola Secara Bertanggung Jawab di Kawasan Wisata Dolan Desa, Desa Banjarasri, Kecamatan Kalibawang, Kabupaten Kulonprogo ini.

foto: Antara

Sementara itu, Marketing and Communication Manager FSC, Indra Setia Dewi mengatakan kolaborasi FSC dengan Tetra Pak Indonesia untuk mendorong pelaku bisnis minuman dan menjangkau konsumen untuk memilih produk berlabel FSC yang menggunakan karton dari hutan yang dikelola secara bertanggung jawab. Kolaborasi dengan Tetra Pak Indonesia telah dijalankan melalui beragam acara seperti FSC Friday, FSC Indonesia Leadership Forum, FSC Comer, dan FSC Goes to School.

“Dengan menggunakan produk bertanda FSC, maka pelaku bisnis makanan minuman secara tidak langsung mendukung percepatan implementasi target SDG antara lain target ke 15 dengan cara Pengelolaan Sumberdaya Alam Berkelanjutan”, katanya.

Nida Nurul Huda, Sales and Marketing PT Sobi mengatakan, sertifikasi FSC bagi pengelola hutan rakyat memberikan nilai tambah positif bagi pengelola hutan rakyat. “Kami telah bersertifikasi FSC sejak 2017 dan memasok log kayu bersertifikasi untuk memenuhi kebutuhan domestik maupun ekspor”, katanya.

Baca Juga: Ada Menara Eiffel Di Hutan Mangrove Kulonprogo 

Tentang Tetra Pak Indonesia
Tetra Pak adalah perusahaan global terkemuka yang bergerak di bidang pemrosesan dan pengemasan makanan dan minuman. Bermitra erat dengan pelanggan dan pemasok, kami menyediakan produk yang aman, inovatif, dan berwawasan lingkungan yang setiap hari digunakan untuk memenuhi kebutuhan ratusan juta orang di lebih dari 170 negara di seluruh dunia.

Di Indonesia,Tetra Pak telah berdiri sejak tahun 1975 dengan nama PT Brikindo Jaya. Sejak 1 Januari 2001, Tetra Pak memiliki status perusahaan modal asing (PMA) dengan nama PT Tetra Pak Indonesia. Secara global, Tetra Pak telah hadir di 79 negara dan memiliki 11 training center serta 6 pusat riset dan pengembangan. (SGL)

jogupcom on Instagramjogupcom on Tumblr
jogupcom
Adminnya JogjaUpdate

jogupcom

Adminnya JogjaUpdate

You May Also Like