JogjaUpdate.com ~ Gunung Merapi tidak hanya terkenal akan aktivitas vulkaniknya, namun juga akan kisah mistisnya. Masyarakat mempercayai gunung ini banyak penjaga mistisnya, bahkan dipercaya ada kerajaan tak kasat mata. Dan dipercaya juga ada beberapa penjaga Gunung Merapi.
Penjaga yang dimaksud bukan petugas BPPTKG (Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi), atau petugas TNGM (Taman Nasional Gunung Merapi). Yang kami maksud adalah penjaga mistis, atau makhluk halus yang dipercaya selama ini menjaga Gunung Merapi.
Dan berikut ini adalah 9 makhluk halus yang dipaecayai sebagai penjaga Eyang Merapi (sebutan masyarakat untuk Gunung Merapi):
1. Eyang Rama dan Eyang Permadi
Kakak-beradik ini dipercayai masyarakat sebagai tokoh utama seluruh makhluk halus yang mendiami Gunung Merapi. Keduanya adalah pemegang puncak pimpinan, penguasa gunung yang sering disebut Eyang Merapi ini.
2. Nyai Gadung Melati
Adalah pemimpin dedemit wanita berseragam dengan warna gadung melati atau hijau daun. Nyai Gadung Melati ini tugasnya memelihara kesuburan dan kehijauan seluruh tanaman di sekitar Gunung Merapi.
3. Kartadimejo
Dipercayai sebagai komandan makhlus halus sekaligus penjaga ternak dan sarwa di sekitar Gunung Merapi. Kartadimejo ini juga cukup akrab dikenal oleh penduduk, karena dialah yang mendatangi penduduk untuk memberi tahu jika Gunung Merapi aktif.
4. Kiai Petruk
Nama Kiai Petruk ini seperti tokoh pewayangan yang dikenal masyarakat Jawa. Sosok Kiai Petruk ini juga dikenal dekat dengan masyarakat lereng Gunung Merapi, karena sering berdialog melalui mimpi. Kiai Petruk inilah yang menjelaskan cara-cara menyelamatkan diri ketika terjadi banjir lahar, luncuran awan panas dan hujan abu.
5. Eyang Antaboga
Eyang Antaboga ini berada di dasar gunung dan mengemban tugas yang berat. Yaitu mengemban tugas menjaga keseimbangan gunung agar tidak melorot dan tenggelam ke bumi.
6. Eyang Megantara
Dipercayai sebagai pemimpin makhluk halus di puncak Gunung Merapi, yang bertugas menjaga keseimbangan cuaca. Konon Eyang Megantara ini sering memperlihatkan diri kepada penduduk dengan mengendarai kuda terbang melayang diatas Gunung Merapi. Karena itulah, sesaji labuhan Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat kadang mempersembahkan pakaian kuda yang disebut Kiai Cekatak.
7. Kiai Wola-Wali
Masyarakat mempercayai sosok Kiai Wola-Wali ini sebagai penjaga teras keraton Gunung Merapi.
8. Kiai Sapuangin
Sosok Kiai Sapuangin dipercayai masyarakat sebagai pengatur arah dan kecepatan angin di sekitaran Gunung Merapi.
9. Eyang Sapujagad
Eyang Sapujagad dipercayai sebagai sosok penunggu kawah Gunung Merapi dan sebagai penentu meletus tidaknya gunung. Karena itulah, setiap tahun Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat mengadakan ritual labuhan demi keselamatan raja dan ketenteraman rakyat Mataram. Labuhan ini ditujukan kepada Eyang Sapujagad berikut bawahannya seperti Kiai Kucing Wesi, Branjang Kawat dan lain-lain. (170517)




