Selain Lapar, Inilah Yang Terjadi Kalau Tidak Sarapan

JogjaUpdate.com (20/9/17), Sarapan adalah salah satu yang penting dilakukan untuk mengawali hari. Namun sayangnya tidak semua orang menyadari betapa pentingnya sarapan sebagai penunjang kegiatan sehari-hari. Banyak yang beralasan tidak sarapan karena sudah menjadi kebiasaan.

Padahal banyak dampak positif yang didapatkan ketika rutin sarapan setiap paginya. Selain meningkatkan produktivitas, sarapan juga memberikan dampak positif bagi kesehatan. Namun apa yang terjadi kalau tidak sarapan di pagi hari? Lapar? Ya pastinya lapar, namun ada banyak hal lain yang terjadi seperti berikut ini:

1. Berat badan turun

Secara logis ya, menghilangkan satu waktu makan dari pola makan setiap hari bisa menurun kan berat badan. Beberapa studi juga menyebutkan kalau tidak sarapan dapat mengurangi asupan kalori secara keseluruhan hingga 400 kcal per hari. Namun apakah ini hal baik? belum tentu.

Sebuah penelitian dari Ohio State University menunjukkan penurunan berat badan karena tidak sarapan hanya dalam jangka pendek. Dan beberapa kilo berat badan yang hilang, malah bukan dari timbunan lemak bandel. Tapi yang hilang adalah otot karena pembakaran energi yang terjadi dari jaringan otot, bukan lemak.

2. Cepat Pikun

Nutrisi yang tidak memadai akan mempengaruhi perkembangan inteluktual bayi dan anak. Seperti yang dimuat Business Insider, sebuah studi yang diterbitkan jurnal Psychology and Behavior menemukan bahwa siswa sekolah dasar yang rutin sarapan memiliki memori jangka pendek lebih baik dari siswa yang tidak sarapan.

Menurut laporan dari Iowa State University, kekurangan zat besi, yodium, dan protein dapat mempengaruhi IQ yang jadi lebih rendah. Selain itu, gizi buruk mengarah pada penurunan rentang perhatian, gangguan memori, kencenderungan terdistraksi, dan memperlambat kecepatan belajar.

3. Meredakan peradangan kronis

Peradangan kronis bisa menyebabkan arthritis, kanker, penyakit jantung, dan banyak kondisi kesehatan lainnya. Menurut artikel yang dimuat Proceedings of the National Academy of Sciences, berpuasa yang disengaja atau tidak dengan melewatkan sarapan, dipercaya ahli dapat memicu kerja sel beradaptasi untuk memperbaiki kerusakan.

Valter Longo, PhD peneliti di University of Carolina menjelaskan tidak peduli panajng pendeknya jarak waktu melewatkan makan, beberapa penurunan peradangan dapat ditingkatkan hanya dengan melewatkan satu kali makan. Logo menambahkan dengan melewatkan makan, entah sarapan, makan siang atau malam dapat meningkatkan efektivitas kemoterapi.

Puasa selang seling telah terbukti secara efektif mengurangi asupan kalori, mendorong penurunan berat badan, dan meningkatkan kesehatan metabolik. Tapi yang penting untuk dipahami, cara puasa atau melewatkan sarapan seperti ini tidak efeknya bervariasi. Dan belum tentu cocok untuk semua orang.

4. Membakar kalori lebih banyak saat berolahraga

Sebuah studi dari British Journal of Nutrition 2013 menemukan bahwa olahraga pagi bisa membakar 20% lemak lebih banyak jika dilakukan dalam kondisi perut kosong. Namun penting untuk diperhatikan, bagaimana tubuh bereaksi akan tergantung pada pola makan keseharian dan seberapa keras berolahraga.

Bagi yang gemar berolahraga di pagi buta, akan mendapatkan menfaat dari olah raga sebelum makan pertama. Hanya saja, pastikan untuk mendapatkan asupan nutrisi yang mencukupi di malam sebelumnya. Namun perlu diketahui, olahraga tanpa sarapan dapat mengancam gaya hidup sehat.

Kadar gula darah yang rendah akibat kurangnya glikogen dan insulin dalam tubuh karena tidak sarapan, dan dikombinasikan dengan stres fisik juga mental. Kondisi-konsisi ini membuat kecil kemungkinan bisa memfokuskan diri untuk berolahraga dengan baik setelah melewatkan waktu sarapan.

 

Agung Pratnyawan on FlickrAgung Pratnyawan on GoogleAgung Pratnyawan on InstagramAgung Pratnyawan on Twitter
Agung Pratnyawan
Content Writer
Freelance Content Writer and Web Developer

Agung Pratnyawan

Freelance Content Writer and Web Developer

You May Also Like