JogjaUpdate.com (11/8/17), Seperti diberitakan sebelumnya, pemerintah telah memutuskan akan meninggal kan standar emisi Euro 2 dan naik ke Euro 4. Untuk dapat memenuhi standar ini diperlukan juga Bahan bakar Minyak (BBM) yang sesuai. Untuk itulah, PT Pertamina (Persero) akan segera menjual BBM Standar Euro 4.
Menurut yang dimuat Liputan6.com, Pertamina telah bisa memproduksi BBM Standar Euro 4 di fasilitas pengolahan minyak (kilang) di Balongan, Indramayu, Jawa Barat dan Dumai, Riau. BBM yang dimaksud adalah Pertamax Turbu dengan low sulfur yang sudah disesuaikan dengan standar Euro 4.
Dan rencananya, BBM ini sudah bisa dipasarkan pada bulan Agustus 2017 ini. “Pertamina di Agustus ini akan segera meluncurkan Pertamax Turbo dengan low sulfur yang kompatibel dengan standar Euro 4,” terang Senior Vice President Fuel Marketing and Distribution Pertamina Gigih Wahyu Hari Irianto, di GIIAS 2017
Produk ini merupakan jawaban Pertamina terhadap tantangna dari Kementerian Lingkungan Hidup. Selain Pertamax Turbo, BBM yang dipersiapkan untuk kompatibel dengan Euro 4 adalah Pertamina Dex. Namun sayangnya tidak diselaskan apakah Pertamin Dex akan diperkenalkan di bulan ini juga.
Kedua jenis BBM Standar Euro 4 ini awalnya tidak akan langsung dijual secara merata. Namun akan disalurkan ke seluruh yang terdapat Terminal BBM dan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang sudah melayani penjualan Pertamax Turbo dan Pertamina Dex terlebih dulu.
Seperti diketahui pada tanggal 10 Maret 2017 kemarin, telah ditandatanginya Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No. 20/2017 tentang Penerapan Baku Mutu Emisi Kendaraan. Dalam peraturan tersebut, ditetapkan bahwa Standar emisi Euro 4 akan mulai diberlakukan pada 2018 mendatang secara bertahap.
Untuk kendaraan bermotor berbahan bakar bensin tipe baru dan yang sedang diproduksi, pemberlakuannya mulai 10 Oktober 2018. Sedangkan yang berbahan bakar diesel diberlakukan pada 10 Maret 2021. Nantinya setelah sepenuhnya berlaku, bahan bakar kualitas rendah seperti Premium akan dihapus dari peredaran.




