Memasuki Musim Pancaroba, Waspada Angin Kencang

JogjaUpdate.com (29/9/17), Masa peralihan dari musim kemarai ke musim hujan sering disebut dengan musim pancaroba. Biasanya pada masa-masa pancaroba ini sering terjadi hujan deras yang juga diiringi dengan angin kencang. Dan bencana angin kencang ini menjadi rawan terjadi.

Menurut yang dimuat HarianJogja.com (29/9/17), Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Dwi Daryanto mengatakan: “Karena saat pergantian musim, angin kencang itu sering terjadi sehingga menyebabkan bencana seperti pohon tumbang, rumah roboh bahkan korban jiwa,”

Dwi juga menungkapkan, berdasarkan data tahun lalu tercatat setidaknya lebih dari 100 kejadian angin kencang di wilayah Bantul. “Tahun sebelumnya lagi [2015 dan 2014] jumlah titik bencana tidak sampai seratus kejadian dalam setahun. Trennya itu selalu meningkat,” kata Dwi.

Peningkatan bencana angin kencang ini diperparah dengan semakin padatnya pemukiman. Yang menyebabkan pohon tumbang menimpa rumah maupun bangunan lainnya. Tahun lalu, angin kencang menunbangkan tiang listik di Jalan Samas. Dan di wilayah Kasiahan, ratusan pohon tumbang terjadi karena angin kencang.

Menurut Dwi, saat ini hampir semua wilayah di Bantul rawan terhadap angin kencang. Potensi angin kencang juga semakin masif karena dipicu faktor perubahan iklim. Beruntung kata Dwi Daryanto, khusus di Bantul, angin kencang dan pohon tumbang beberapa tahun terakhir belum pernah menelan korban jiwa.

Selain itu, bencana petir juga mengancam pada musim pancaroba. Warga diminta untuk tidak berteduh di bawah pohon atau tempat terbuka. Saat ini sosialisasi melalui berbagai media maupun melalui forum pertemuan tengah digencarkan untuk waspada terhadap bencana saat musim pancaroba.

“Ada dua lokasi pohon tumbang tapi hanya menutup jalan, tidak sampai menimbulkan kerusakan. Juga ada longsor yang menyebabkan teras salah satu rumah warga di Wonolelo, Pleret rusak terkena longsoran tanah,” terang salah seorang staf Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Bantul yang enggan disebut namanya.

Agung Pratnyawan on FlickrAgung Pratnyawan on GoogleAgung Pratnyawan on InstagramAgung Pratnyawan on Twitter
Agung Pratnyawan
Content Writer
Freelance Content Writer and Web Developer

Agung Pratnyawan

Freelance Content Writer and Web Developer

You May Also Like