Hati-Hati Memberi Watermark, Bisa Berakibat Fatal

photographybb

Jogjaupdate.com (23/05/15) Seringkali kita menemukan fotografer profesional atau siapapun yang mempunyai karya, terutama karya digital yang karyanya diambil oleh orang lain tanpa seizin pemilik aslinya.

Pemberian tanda air atau watermark sangat penting untuk menandai karya digital kita agar tidak seenaknya diambil orang lain untuk berbagai tujuan.

Pengertian watermark menurut Wikipedia adalah suatu cara penyembunyian atau penanaman data/informasi tertentu (baik hanya berupa catatan umum maupun rahasia) kedalam suatu data bergana lainnya, tetapi tidak diketahui kehadirannya oleh indera manusia (indera penglihatan atau indera pendengaran), dan mampu menghadapi pengolahan sinyal bergana sampai pada tahap tertentu.

Watermark dapat digunakan untuk berbagai tujuan, seperti :

  • Tamper-proofing; watermarking digunakan sebagai alat untuk mengidentifikasikan atau alat indikator yang menunjukkan data digital (host) telah mengalami perubahan dari aslinya.
  • Feature location; menggunakan metoda watermarking sebagai alat untuk identifikasikan isi dari data digital pada lokasi-lokasi tertentu, seperti contohnya penamaan objek tertentu dari beberapa objek yang lain pada suatu citra digital.
  • Annotation/caption; watermarking hanya digunakan sebagai keterangan tentang data digital itu sendiri.
  • Copyright-Labeling; watermarking dapat digunakan sebagai metoda untuk penyembunyikan label hak cipta pada data digital sebagai bukti otentik kepemilikan karya digital tersebut.

Jadi, jangan sembarangan mengambil foto atau karya digital milik orang lain tanpa sepengetahuan penciptanya. Karena penciptanya dilindungi oleh undang-undang Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Mintalah ijin terlebih dahulu kepada pemilik aslinya.

jogupcom on Instagramjogupcom on Tumblr
jogupcom
Adminnya JogjaUpdate

jogupcom

Adminnya JogjaUpdate

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *