Sejarah Nama Yogyakarta

JogjaUpdate.com (30/10/17), Mana yang benar penyebutan Yogyakarta, Jogjakarta, Jogja, atau Yogya? Banyak cara orang menyebut nama Yogyakarta, bahkan beberapa menyebutnya Yojo dan Djokdja. Terlepas dari penyebutan mana yang benar, nama Yogyakarta sendiri memiliki sejarah yang panjang.

Menurut yang dimuat Wikipedia, nama Yogyakarta berasal dari gabungan dua kata Ayogya atau Ayodhya dan Karta. Ayogya atau Ayodhya yang berarti “kedamaian” (atau tanpa perang, a “tidak”, yogya merujuk pada yodya atau yudha, yang berarti “perang”), sedangkan Karta berarti “baik”.

Ayodhya merupakan kota yang bersejarah di India di mana wiracarita Ramayana terjadi. Tapak keraton Yogyakarta sendiri menurut babad (misalnya Babad Giyanti) dan leluri (riwayat oral) telah berupa sebuah dalem yang bernama Dalem Gerjiwati; lalu dinamakan ulang oleh Sunan Pakubuwana II sebagai Dalem Ayogya.

Menurut yang dimuat KRJogja.com (7/10/17), banyak sejarawan yang menguatkan nama ini berasal dari Ayogya atau Ayodhya, ibukota Rama dalam epos Ramayana. Seperti artikel Prof. Dr. Peter Carey dan Dr. Jacobus (Koos) Noorduyn ang dimuat dalam jurnal ilmiah berbahasa Perancis yang berisi kajian tentang Jawa dan Indonesia.

Namun gagasan keduanya disanggah oleh Prof. Dr. M.C Rickfles yang pernah diterbitkan oleh Komunitas Bambu tahun 2015. Rickfles mengungkapkan, sebelum kota Ngayogyakarta Hadiningrat diumumkan oleh HB I sudah ada dusun di sana. Yaitu Garjitawati dan/atau Yogya atau Ayogya.

Dalam bahasa Sansekerta, Garjita artinya meraung, menyombongkan diri, angkuh, membual. Namun dalam bahasa jawa Kuno artinya gembira, senang, puas. Dalam bahasa Jawa Baru artinya sangat puas, gembira, merasakan emosi yang kuat. Dan kini diartikan sebagai ‘kota yang layak dan pas untuk dihuni’.

Dulunya tempat ini ada bangunan pesanggrahan di hutan Beringas atau Alas mBering yang digunakan tempat peristirahatan ketika berburu. Pesanggrahan ini diperkirakan dibangun sejak era Amangkurat II dan kini menjadi tempat berdirinya Ngayogyakarta Hadiningrat.

Terkait dengan perbedaan atau variasi penulisan Yogya dan Jogja terjadi karena pencatatan yang dilakukan Belanda. Karena huruf “J” dalam bahasa Belanda dibaca “Y”. Cara penulisan pun juga mengikut perkembangan ejaan yang digunakan Indonesia, seperti “Dj” untuk menulis huruf “J”.

Menurut yang dimuat Yogyes.com (24/1/17), setidaknya ada 3 perkembangan yang bisa diuraikan mengenai nama Yogyakarta. Dimulai dari Pangeran Mangkubumi yang mendirikan Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat pada tahun 1755. Kraton berdiri di Alas Bering, sebagai hasil Perjanjian Giyanti.

Nama Yogyakarta secara resmi telah dipakai sejak awal kemerdekaan Indonesia. Sri sultan Hamengku Buwono IX menggunakan nama Yogyakarta ketika mengumumkan bahwa kerajaan ini merupakan bagian dari Republik Indonesia. Dan nama Yogyakarta juga digunakan sebagai nama ibukota Indonesia pada tahun 1949.

Dan sekarang, tidak perlu lagi bingung cara penyebutan dan pelafalan nama Yogyakarta. Kata yang paling tepat dan banyak digunakan adalah Yogyakarta, Kota Yogyakarta untuk kota atau kotamadya, dan untuk provinsi adalah Daerah Istimewa Yogyakarta. Sedangkan nama lain yang tidak resmi namun banyak digunakan adalah Jogja.

 

Sumber

https://en.wikipedia.org/wiki/Yogyakarta
http://krjogja.com/web/news/read/45955/Asal_usul_Nama_Yogyakarta
https://www.yogyes.com/id/yogyakarta-travel-guide/jogja-or-yogya/

Agung Pratnyawan on FlickrAgung Pratnyawan on GoogleAgung Pratnyawan on InstagramAgung Pratnyawan on Twitter
Agung Pratnyawan
Content Writer
Freelance Content Writer and Web Developer

Agung Pratnyawan

Freelance Content Writer and Web Developer

You May Also Like