Pemda DIY Rencanakan Pembersihan Kabel Semrawut Di Kawasan Sumbu Imajiner

JogjaUpdate.com (29/3/17), Bagi yang yang pernah memotret Tugu Jogja di siang hari pasti tahu banyak kabel-kabel semrawut yang mengganggu pemandangan. Kabar baiknya, Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (Pemda DIY), berencana untuk membersikan kabel semrawut di kawasan Sumbu Imajiner Jogja, seperti Tugu Pal Putih.

Rencana ini sebenarnya telah muncul sejak beberapa tahun lalu, terutama untuk pembersihan di kawasan Tugul Pal Putih. Namun sampai saat ini barulah sebatas rencana saja, belum ada realisasinya. Walau demikian, rencana tersebut dipastikan akan tetap dilaksanakan dalam waktu dekat ini.

Menurut yang dirilis Jogja.Tribunnews.com, Pemda DIY akan segera melakukan upaya pembersihan untuk kabel-kabel semrawut tersebut. Seperti yang disampaikan oleh Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Energi dan Sumber Daya Mineral (PUP-ESDM) DIY M Mansur, Jumat (24/3/207).

Menurut Mansur, rencana ini belum berjalan dikarekanan penundaan dan butuh biaya yang sangat besar. Terlebih lagi dari kawasan Sumbu Imajiner antara Tugu Pal Putih hingga Titik Nol Kilometer ini jaraknya cukup panjang.“Pada waktu itu bukan gagal tetapi ditunda, karena duitnya tidak cukup. Dari pada tanggung ya sudah, kita tunda. Intinya bukan gagal tetapi ditunda,” ujarnya.

Pada tahun 2014, Pemda DIY berencana untuk membersihkan kabel-kabel semrawut yang melintang di atas jalanan. Yang rencananya akan dimasukan ke tanah melalui saluran khusus dengan sistem ducting. Sistem ini tidak hanya digunakan untuk kabel listrik dan telepon saja, namun bisa untuk hal lain seperti pipa air bersih.

Terkait dengan rencana ini, Mansur mengatakan Pemda DIY menjadwalkan paling tidak pada 2019 mendatang. Rencana pembersihan ini diakui sebagai proyek yang sulit dan bakal menelan biaya yang tidak sedikit, diperkirakan untuk dari Tugu hingga Titik Nol KM biayanya mencapai ratusan miliar Rupiah.

Selain akan menelan biaya sampai ratusan miliar Rupiah, proses pembersiah kabel semrawut ini juga panjang. “Ya kalau dari Tugu sampai titik nol cukup besar, ratusan miliar itu mas. Karena tidak sedikit dan kita harus assesment dulu, di bawah (tanah) itu kira kira ada utilitas apa saja, harus kita cek,” ujar Mansur.

Proses asessment akan dilakukan untuk menentukan di mana saluran akan dibangun. “Ini sulit tetapi tahapan proses itu harus tetap dilakukan, tetap kita programkan tetapi harus kita assesement dulu. Kita lihat pasnya di mana? apa di kulon apa di wetan. 2019 kita harus menjadwalkan itu. Paling tidak 2019 kita harus memulai itu,” lanjut Mansur.

Mansur menegaskan bahwa kewenangan Pemda DIY dalam hal ini Dinas PUP ESDM adalah membuat salurannya saja, sementara kewengan kabel adalah kewenangan PLN dan Telkom. Sehingga perlu sinergitas bersama. Mansur mengatakan pihak pihak tersebut memberikan respon yang bagus.

Menurut Jogja.Tribunnews.com, proses lelang sudah sempat dilakukan pada 2014 untuk proyek pembersihan kabel disekitar Tugu Pal Putih. Saat itu Pemda DIY telah menganggarkan Rp 8,13 miliar untuk pembersihan kabel sejauh radius 100 meter dari Tugu.. Namun sayangnya lelang proyek tersebut gagal terlaksana.

“Responnya bagus karena nanti kalau sudah ada ducting nanti tidak ada kabel yang ngulon ngetan ngulon ngetan,bersih rapi. Tetapi nanti prakteknya yang harus kita komunikasikan bersama karena tidak mudah memindah itu, tidak semudah membalikan tangan ono barange dileboke,” pungkas Mansur.

jogupcom on Instagramjogupcom on Tumblr
jogupcom
Adminnya JogjaUpdate

jogupcom

Adminnya JogjaUpdate