Maraknya Penipuan Modus Pemberian Beasiswa

JogjaUpdate.com (8/3/17), Modus penipuan tidak ada habisnya, kali ini mulai merambah ke dunia pendidikan. Dimana mulai marak Penipuan Modus Pemberian Beasiswa dari orang tak dikenal. Penipuan dengan modus ini belum lama ini terjadi pada wali murid satah satu Madrasaj di Bantul.

Sejumlah wali murid ini diminta untuk menyetorkan sejumlah uang ke nomor rekening tertentu oleh orang tidak dikenal. Uang yang ditransferkan ini diminta sebagai syarat untuk segera mencarikan beasiswa tersebut. Beruntunglah sejumlah wali murid ini tidak langsung percaya, dan dipastikan tidak ada beasiswa yang ditawarkan tersebut.

Menurut yang dirilis Jogja.Tribunnews.com, salah seorang guru Madrasah Tsanawiyah (MTs) yang tidak disebutkan namanya, membenarkan adanya modus penipuan ini. Dimana ia menjelaskan kalau oknum penipu berkedok biasiswa menyasar wali murid dengan meminta uang yang jumlahnya mencapai jutaan rupiah.

Menurut dia, modus penipuan ini bukan yang pertama kalinya terjadi. Beberapa tahun lalu juga pernah terjadi kejadian yang sama. Sedangkan untuk beasiswa yang ditawarkan penipu ini adalah jenis beasiswa prestasi. Menurut dia, modus penipuan ini dilakukan dengan menghubungi wali murid lewat Short Message Service (SMS) dan telepon.

Setelah terhubung dengan wali murid, orang tersebut memberitahu jika anakanya  mendapatkan beasiswa prestasi dari pemerintah. Agar dana beasiswa tersebut lekas turun, ia meminta wali murid untuk mentransferkan sejumlah uang. “Katanya uang itu untuk mempercepat pencairan,” ungkapnya.

Kepala MTs Negeri Pundong , Miftahul Bakhri, membenarkan jika sekitar Januari lalu sejumlah wali murid siswanya dihubungi orang tak dikenal. Orang tersebut mengaku sebagai kepala madrasah, dan meminta wali murid mengirimkan nomor rekeningnya. Sejumlah wali murid pung sempat mengirimkan nomor rekening, untungnya belum sampai mengirim uang yang diminta.

Tiga wali mirid pung langsung menghubingi Kepala Sekolah ini, untuk mengetahui kebenaran informasi beasiswa tersebut. Setelah dikonfirmasi, ternyata tidak benar dan dipastikan beasiswa tersebut adalah penipuan. Bahri menyebutkan kalau kejadian ini baru pertama kali terjadi di Madrasah yang ia pimpin.

Namun Bahri tidak menampik mengenai kejadia modus penipuan ini bukan yang pertama kali. Sebelumnya pernah terjadi pada salah satu sekolah di Keamatan Dlingo pada tahun 2014. Sehingga ia yakin apa yang terjadi pada sejumlah wali murid di sekolah yang ia pimpin ini adalah penipuan.

Sementara itu, Kepala MTs Hasyim As’ari Piyungan, Tugiman juga membenarkan adanya modus ini. Dimana pihaknya sempat di datangi 20 wali murid meminta kejelasan mengenai SMS yang menyebutkan jika anak-anak mereka menerima beasiswa. Di hadapan wali murid tersebut, Tugiman memasitikan kalau SMS tersebut adalah bohong.

jogupcom on Instagramjogupcom on Tumblr
jogupcom
Adminnya JogjaUpdate

jogupcom

Adminnya JogjaUpdate

You May Also Like