Jebul Terlalu Lama Menjomblo Tingkatkan Risiko Pikun

JogjaUpdate.com (19/7/17), Terlalu lama melajang atau sering disebut jomblo, pastinya selalu dekat dengan kesepeian. Dan ternyata terlalu lama menjomblo atau tanpa pasangan ini bisa meningkatkan resiko demensia alias pikun. Jadi kamu yang masih menjomblo, masih mau berapa lama lagi bertahan?

Hubungan antara terlalu lama menjomblo dengan kepikunan ini bukan sekedar bahan candaan belaka. Karena menurut sebuah hasil studi terbaru, menemukan korelasinya. Dari 14 studi yang dipresentasikan di Konferensi Internasional Asosiasi Alzheimer di London menemukan, mereka yang tidak menikah 42 persen lebih mungkin terkena penyakit ini.

Sedangkan menjanda atau menduda, juga bisa meningkatkan kemungkinan demensia sampai seperempatnya. Namun resiko yang sama tidak ditemukan pada pasangan yang bercereai. Dan biasanya demensia atau pikun ini memang banyak terjadi pada orang yang berusia lanjut.

Demensia ditandai dengan menurunnya kemampuan intelektual dan sosial secara progresif. Beberapa ciri demensia yang umum antara alin penurunan atau hilangnya daya ingat, menalar, menilai, serta berbahasa. Awam menyebutnya dengan pikun. Penyakit ini lebih umum dialami orang berusia lanjut.

Para ahli dari University College London dan Camden dan Islington NHS Foundation Trust mengungkapkan gaya hidup yang selalu aktid an berinteraksi sosial menjadi faktor penentu di balik temuan ini. Dr Laura Phipps, dari Alzheimer’s Research UK, mengatakan ada penelitian yang menunjukan orang menikah umumnya hidup lebih lama dan menikmati kesehatan yang lebih baik.

Berpasangan juga membantu memotivasi untuk hidup lebih baik lagi. “Orang yang sudah menikah cenderung lebih beruntung secara finansial, sebuah faktor yang erat dengan banyak aspek kesehatan kita. Pasangan juga membantu kita lebih termotivasi untuk hidup sehat dan memberi dukungan sosial,” kata Phipps.

Penelitian lain mengungkap bahwa dengan bersosialisasi dapat membantu membangun cadangan kognitif atau ketahanan mental. Dengan ketahanan mental ini bisa menurunkan risiko terkena penyakit Alhzheimer. Di usia tua, orang yang tidak menikah cenderung kurang aktif bersosialisasi. Walau demikian, tidak selalu terjadi pada semua orang.

Agung Pratnyawan on FlickrAgung Pratnyawan on GoogleAgung Pratnyawan on InstagramAgung Pratnyawan on Twitter
Agung Pratnyawan
Content Writer
Freelance Content Writer and Web Developer

Agung Pratnyawan

Freelance Content Writer and Web Developer

You May Also Like