Ini Beberapa Hari Yang Dikeramatkan Masyarakat

JogjaUpdate.com (12/10/17), Banyak kepercayaan dan mitos yang berkembang di masyarakat terkait hari-hari tertentu. Sehingga ada beberap hari yang dikeramatkan masyarakat. Biasanya kepercayaan akan hari keramat ini diturunkan turun-temurun ke anak-cucu berbagai generasi.

Beberapa hari yang dikeramatkan masyarakat ini bukan hanya karena kepercayaan spiritual untuk melakukan ritual saja. Namun ada makna filosifis yang cukup mendapal pada hari keramat tersebut. Beberapa hari keramat ini masih banyak dipercayai hingga generasi muda masa kini.

Ini beberapa hari yang dikeramatkan masyarakat:

1. Jumat Kliwon

Sudah tidak asing lagi Jumat Kliwon dipercayai sebagain besar masyarakat Indonesia sebagai hari keramat. Hari Jumat Kliwon maupun Malam Jumat Kliwon dianggap angker, sehingga banyak diangkat dalam film horor. Sudah tidak terhitung lagi kisah horor yang menggunakan Hari Jumat kliwon di dalamnya.

Kenapa hari Jumat Kliwon dianggap keramat oleh masyarakat? Sebenarnya, ini berasal dari tradisi puasa masyarakat jaman dahulu. Hari Jumat Kliwon merupakan puncak puasa orang jaman dahulu yang sering disebut puasa 40 hari. Di Yogyakarta sendiri ada ritual ritual labuhan di Pantai Parangkusumo pada Jumat Kliwon.

2. Selasa Kliwon

Bukan cuma Jumat Kliwon, hari Selasa Kliwon juga dianggap keramat oleh sebagian besar masyarakat Jawa. Bahan ada yang mempercayai kalau orang yang meninggal di malam Selasa Kliwon, makamnya harus dijaga selama 40 hari agar tidak dicuri. Karena dipercaya ada beberapa ilmu kebatinan yang mensyaratkan mayat tersebut.

Sama seperti Jumat Kliwon juga, pengeramatan hari Selasa Kliwon ini juga terkait dengan puasa orang jaman dahulu. Hari Selasa Kliwon juga dianggap sebagai puncak akhir dari puasa orang jaman dahulu. Di Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, setiap malam Selasa Kliwon diadakan ritual Ngisis Wayang Kyai Kawut.

3. Jumat Wage

Banyak masyarakat di daerah Kemukus, Jawa Tengah yang mengkeramatkan hari Jumat Wage. Pada malam Jumat Wage, banyak diadakan ritual yang berbau mistis di sana. Ada juga masyarakat sekitar Gunung Kelud, Jawa Timur yang mengkeramatkan neptu Wage. Dipercaya mitos letusan Gunung Kelud terjadi pada neptu Wage.

4. Hari Kajeng Kliwon

Bukan hanya masyarakat Jawa saja yang memiliki hari-hari keramat, namun ada juga masyarakat Bali. Hari Kajeng Kliwon dikeramatkan oleh masyarakat Hindu di Bali, yang diperingati setiap 15 hari sekali yaitu pada pertemuan Pancawara Kliwon dengan Triwara Kajeng.

Hari Kajeng Kliwon diperingati sebagai hari turunnya para butha (raksasa jahat) untuk mencari orang yang tidak melaksanakan dharma agama dan pada hari ini pula para butha muncul menilai manusia yang melaksanakan dharma.

Ritual upacara Kajeng Kliwon yang digelar di Bali merupakan bentuk persembahan yang tulus dan ikhlas kepada Sanghyang Widhi Wasa (Tuhan Yang Maha Esa) beserta manifestasinya. Masyarakat Hindu di Bali percaya, sang dewa akan melindungi segenap manusia dan memberi kesejahteraan bagi yang mengikuti upacara.

Agung Pratnyawan on FlickrAgung Pratnyawan on GoogleAgung Pratnyawan on InstagramAgung Pratnyawan on Twitter
Agung Pratnyawan
Content Writer
Freelance Content Writer and Web Developer

Agung Pratnyawan

Freelance Content Writer and Web Developer

You May Also Like