8 Museum di Jogja Yang Mungkin Belum Kamu Kunjungi

JogjaUpdate.com (7/2/17), Sebagai kota wisata, Jogja dikenal memiliki berbagai macam obyek wisata. Banyak diantaranya berupa museum yang menarik dikunjungi. Namun sayangnya banyak museum di Jogja yang belum banyak diketahui orang. Berikut ini ada 8 museum di Jogja yang mungkin belum kamu kunjungi:

1. Museum Sandi

Museum ini terbasuk baru dan tidak banyak diketahui wisatawan, atau bahkan warga Jogja sendiri tidak banyak yang tahu. Merupakan satu-satunya museum Kriptografi di Indonesia. Berlokasi di jalan Faridan Muridan Noto Nomor 21 Kotabaru, Yogyakarta, Museum ini didirikan atas prakarsa Kepala Lembaga Sandi Negara dan Sri Sultan Hamengku Bawono X.

Koleksi dari Museum Sandi ada buku kode, tas kode, meja dan kursi yang digunakan pada tahun 1948, mesin sandi dan masih banyak lagi. Selain mendapatkan ilmu mengenai sejarah persandian pada masa agresi militer I dan II museum ini juga mengenalkan bagai mana cara membuat pesan sandi secara sederhana.

Satu-satunya museum yang merekam sejarah persandian selama masa kemerdekaan

A post shared by Suharsono (@suharsonospy) on

 

2. Museum Perjuangan Yogyakarta

Museum ini memiliki bentuk yang unik sebagai bagunan yang berada di tengah Kota Yogyakarta. Walau agak menjorok kedalam, namun bagunan ini cukup mencolok dari jalan. Berlokasikan di Jl. Kol. Sugiono No. 24 Yogyakarta, museum ini didirikan untuk peringatan Setengah Abad Kebangkitan Nasional dan mengenang sejarah perjuangan Bangsa Indonesia.

Dalam Museum ini menyajikan dua tata pameran, yang pertama ada di luar berupa relief yang mengelilingi bangunan museum ini. Disini terdapat relief yang menceritakan perjuangan Bangsa Indonesia secara kronologis dari era Boedi Oetomo hingga terbentuknya Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Kemudian tata pemeran kedua ada di dalam bangunan, yang berupa beberapa koleksi. Diantaranya Meriam V.O.C., Miniatur kapal Armada Laut Belanda, Meja dan kursi tamu kapten Widodo saat di Bantul, Repilka senjata serdadu V.O.C., Buku ilmu kedokteran dari Stovia, Tas kulit milik Drs. Muh. Hatta, dan benda-benda bersejarah tokoh pejuang Indonesia dalam usaha merebut kemerdekaan Indonesia.

 

3. Museum Dirgantara Mandala

Museum Dirgantara Mandala ini dibangun atas prakarsa TNI Angkatan Udara untuk mengabadikan dan mendokumentasikan seluruh kegiatan dan peristiwa bersejarah TNI AU. Berlokasi di kompleks Pangkalan Udara Adi Sutjipto Jl Raya Solo – Yogyakarta. Sebelumnya museum in pernah berlokasi di Jakarta namun dipindahkan ke Jogja pada tahun 1978.

Dalam musem ini menyimpan sejumlah foto-foto momen bersejarah dan diorama peristiwa yang pernah dialami TNI AU. replikanya juga terdapat di museum ini yang kebanyakan berasal dari masa Perang Dunia II dan perjuangan kemerdekaan. Tidak hanya barang-barang lama, namun baru-baru ini museum Dirgantara Mandala menerima beberapa prototype bom buatan Dislitbangau yang bekerjasama dengan PT. Pindad dan PT. Sari Bahari.

 

4. Museum Affandi

Untuk museum yang satu ini cukup ternama di Jogja, apalagi lokasinya cukup mencolok di pinggir jalan. Merupakan rumah dan studio almarhum Affandi, salah seorang pelukis besar Indonesia. Berlokasikan di Jalan Laksda Adisucipto No. 167 atau Jalan Solo KM 5,1. Pembangunannya dilakukan secara bertahap serta dirancang sendiri oleh Affandi.

Museum ini menempati lahan seluas 3.500 m2 yang terdiri atas bangunan museum yang terdiri dari empat galeri beserta bangunan pelengkap seperti tempat pembelian tiket, dua studio, dan bangunan rumah tempat tinggal pelukis Affandi dan keluarganya. Sekarang rumah ini berfungsi menjadi Café Loteng yang dapat dikunjungi pengunjung.

Ya jelas, museum ini menyimpan 300 koleksi lukisan Affandi semasa hidupnya. Namun juga menumnyan lukisan dari para pelukis Indonesia lainnya, antara lain: Basuki Abdullah, Popo Iskandar, Sudjojono, Hendra Gunawan, Barli, dan Muchtar Apin. Selain itu terdapat patung karya Amrus Natalsya, dan cukil kayu poles karya keluarga Tjokot.

??

A post shared by isnaini suci rahayu (@isnaini_suci) on

 

5. Museum Batik dan Sulaman

Pembangunan museum ini atas prakarsa dari Keluarga Hadi Nugroho sebagai sarana pelestaraian dan kemudahan mendapatkan barang-barang antik, khususnya batik. Museum berlokasi di jalan Dr. Sutomo 13 Bausasran ini memperoleh penghargaan dari MURI sebagai pemrakarsa berdiriya Museum Sulaman pertama di Indonesia.

Koleksi museum ini mencapai 1.219 buah, meliputi 500 lembar kain batik, 600 jenis cap batik, 124 canting, dan 35 koleksi alat dan berbagai perlengkapan membatik. Istimewanya museum ini menyimpan koleksi batik-batik tua, koleksi tertuanya buatan tahun 1780. Ada pula batik karya batik karya Van Zuylen (Belanda) dan Oey Soe Tjoen (Cina), yang mengenalkan warna-warna baru selain merah dan biru yang klasik.

Thinking of changing professions #batik #explorejogja

A post shared by laras winarso (@larasarume) on

 

6. Museum Wayang Kekayon

Museum Wayang ini didirikan atas prakarsa almarhum Prof. DR. dr. KPH. Soejono Prawirohadikusumo seorang Guru besar UGM sekaligus dokter ahli saraf jiwa. Memiliki bentuk bangunan unik dan komplek yang rimbun akan pepohonan, Museum Wayang Kekayon ini berlikasi di Jl. Raya Yogya-Wonosari Km. 7.

Di Museum Wayang Kekayon menyimpan lebih dari 5.000 koleksi wayang nusantara maupun mancanegara. Beberapa diantaranya adalah wayang Purwa, Madya (pasca perang Baratayuda), wayang Thengul, wayang Klithik (Damarwulan dan Minakjinggo), wayang beber, wayang Gedhog (Dewi Candrakirana), wayang Suluh (mengenai sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia), 100 Kurawa, dan masih banyak lainnya.

 

7. Museum Anak Kolong Tangga

Yang satu ini termasuk museum baru, yang baru dibuka untuk umum pada 2 Februari 2008. Museum Pendidikan dan Mainan Kolong Tangga atau Museum Anak Kolong Tangga ini merupakan museum mainan pertama dan satu-satunya di Indonesia. Terletak di Gedung Taman Budaya Yogyakarta Lantai 2, Jalan Sriwedani no. 1 Yogyakarta.

Koleksi musem ini bukan hanya mainan dan permainan tradisional, namun juga segala sesatu yang berkaitan dengan dunia anak. Saat ini museum ini memiliki lebih dari 16.000 koleksi, terdiri dari mainan, permainan, buku cerita, poster, gambar, dan lain-lain dari Indonesia dan berbagai negara lain. Namun karena terbatasnya ruangan, yang dipajang hanya sekitar 500 koleksi saja.

#museumkolongtangga #jogja #event "Boneka (bukan) hanya Mainan"

A post shared by @ariyunarto on

8. Museum Tani Jawa

Masyarakat Jawa dikenal dengan kehidupan agrarisnya yang bermantapencaharian sebagai pedani. Namun adakah museum mengenai petani jawa? Jawabannya ada museum di Jogja yang mengkhususkan koleksi tani. Yaitu Museum Tani Jawa Indonesia yang berlokasi di kampung wisata Candran, Kebonagung, Imogiri, Bantul.

Di Museum Tani Jawa ini menyimpan beragam peralatan pertanian baik yang tradisional maupun modern. Pendirian museum ini bertujuan untuk memberitahukan, melakukan, merasakan, memahami, dan mewarisi tradisi tani. Disediakan pula wahana bagi pengunjug untuk merasakandan budaya dan tradisi tani dengan melakukan praktik langsung di lahan pertanian.

Orang"an sawah dan perlengkapan alat pengusir burung" disawah#tripselo#museumtanijawa#bantul

A post shared by Cahyani Nuryanti (@cahyani_nuryanti) on

 

 

Agung Pratnyawan on FlickrAgung Pratnyawan on GoogleAgung Pratnyawan on InstagramAgung Pratnyawan on Twitter
Agung Pratnyawan
Content Writer
Freelance Content Writer and Web Developer

Agung Pratnyawan

Freelance Content Writer and Web Developer

You May Also Like