Pekerjaan Impian Generasi Milenial Bukan Lagi Dokter, Pilot, atau Arsitek

JogjaUpdate.com (21/10/17), Jaman kecil dulu, jika ditanya “apa cita-citanya kalau besar nanti?” kamu jawabnya apa? Mungkin anak-anak jaman dahulu akan menjawab dokter, pilot, arsitek, tentara, dan polisi. Namun tidak untuk anak generasi milenial. Pekerjaan impian gerenasi milenial telah bergeser tidak seperti dulu lagi.

Menurut yang dimuat Liputan6.com (27/7/17), Linkedin telah membuat survei mengenai pekerjaan impian anak muda. Dari survei tersebut, bekerja di industri Informasi teknologi (IT) dan keuangan menduduki peringkat tertinggi. Popularitas profesi ini mengalahkan dokter, pilot, arsitek, tentara, dan polisi.

Namun ada profesi lain yang tetap tinggi tingkat popularitasnya dari generasi ke genrasi, yaitu pengusaha dan ilmuwan. Kedua profesi ini masih difavoritkan oleh banyak pelajar dan profesional muda. Namun bagai mana dengan pergeseran popularitas profesi-profesi yang jadi favorit anak jaman dulu?

“Evolusi pekerjaan impian dari masa ke masa menandakan perubahan ketertarikan dan keinginan terhadap kemampuan dan keterampilan baru, seperti contoh kemampuan bidang IT dan finansial yang semakin dibutuhkan saat ini. Para pelajar dan profesional dapat mengasah kemampuan dan ilmu mereka, dengan terhubung pada jaringan profesional dan berbagai informasi yang tersedia di dalamnya,” tulis laporan survei tersebut.

Laporan survei ini menyebutkan, lebih dari 30 persen responden mengaku pergeseran profesi ini disebabkan dari inspirasi lingkungan sekitar. Hampir setengah responden menyatakan mereka memiliki minat besar pada pekerjaan impian tersebut. Selain itu mereka mengaku profesi tersebut memiliki arti yang spesial.

Survei ini juga memperlihatkan bahwa kepercayaan diri anak muda saat ini meningkat karena 94 persen dari mereka didukung penuh oleh orangtua. Tidak hanya itu, 89 persen pelajar memiliki kepercayaan diri untuk mampu meraih impian mereka.

Namun dalam perjalanannya, tetap ada hambatan yang harus dilalui. Bahkan 51 persen responden mengaku finansial sebagai hambatan terbesar mereka. Selain itu mereka mengaku kesulitan membangun jaringan yang tepat.

Linkedin melakukan survei di pada 1.000 responden yang berfokus pada pelajar usia 16-23 tahun. Selain itu, profesional muda berusia 25-36 tahun yang sudah memiliki pengalaman kerja lebih dari dua tahun juga menjadi subjek penelitian ini.

Agung Pratnyawan on FlickrAgung Pratnyawan on GoogleAgung Pratnyawan on InstagramAgung Pratnyawan on Twitter
Agung Pratnyawan
Content Writer
Freelance Content Writer and Web Developer

Agung Pratnyawan

Freelance Content Writer and Web Developer

You May Also Like