JogjaUpdate.com ~ Teknologi moda transportasi kian lama kian berkembang pesat, lebih cepat dan lebih aman. Dan yang paling baru diperkenalkan adalah Hyperloop, transportasi yang bergerak nyaris setara dengan kecepatan suara. Dengan menggunakan Hyperloop ini, perjalanan dari Jakarta ke Jogja diklaim cuma 25 menit saja.
Lalu apa sih sebenarnya model transportasi ini? Kok bisa jauh lebih cepat dari pesawat terbang? Hyperloop adalah konsep sistem transportasi berkecepatan tinggi yang diajukan oleh Elon Musk. Hyperloop bergerak dengan menciptakan tekanan rendah yang memungkinkan kapsul bergerak dengan kecepatan yang amat tinggi.
Sebenarnya konsep transportasi ini sudah digagas beberapa dekade yang lalu. Namun konserp yang lebih jelas baru ada di tahun 2012, yang diperkenalkan oleh Elon Musk. Ia adalah seorang visioner di bidang transportasi dan pendiri perusahaan teknologi antariksa SpaceX. Dan proyek rancangannya ini baru mulai direalisasikan pada 2016 kemaren.
Menurut konsep yang digagas Elon Musk ini, Hyperloop bergerak dalam sebuah tabung panjang. Penumpang diangkut dalam kapsul-kapsul yang masing-masing kapsul mampu mengangkut 28 orang saja. Untuk jalurnya, Hyperlook ini menggunakan jalur layang yang dibangun di atas pilar beton.
Kunci kecepatan yang diraih Hyperloop ini terletak pada teknologi yang digunakan. Bukan hanya mengadopsi teknologi Kereta Peluru Maglev, namun juga mengadopsi prinsip termodinamika dan dinamika fluida. Namun secara khususnya, ada empat hal yang membuat moda transportasi ini berjalan kencang.
Yang pertama, menggunakan dua motor elektromagnetik yang mampu mencapai kecepatan hingga 1.200 km/jam. Yang kedua adalah penggunaan kipas angin raksasa dan kompresos. kedua benda ini membantu mengalirkan udara ke dalam kapsul dan sekitarnya, sehingga tidak menghambat laju hyperloop.
Yang ketiga adalah Air Bearing, atau bantalan sepanjang 1,5 meter yang digunakan untuk menciptakan udara bertekanan rendah. Hal ini bisa membantu kapsul bergerak secara melayang, persis seperti interaksi magnet pada kereta cepat Shinkansen. Air Bearing ini bekerja dengan mengubah udara yang diberikan kipas angin raksasa dan kompresor menjadi bertekanan rendah.
Yang keempat adalah jalur yang digunakan transportasi model baru ini sendiri. Dimana sebagaiknya Hyperloop ini bergerak di jalur layang yang dibangung di atas pilar mirip jembatan layang. Masing-masing pilar akan menampung satu tabu, yang nantinya akan menghubungkan satu sama lain. Namun masing-masing pilah harus dirancang tahan terhadap guncangan gempa.
Dengan keempat hal tersebut, menjadikan Hyperlook sebagai transportasi yang cepat namun tidak terganggu akan gempa maupun cuaca. Kelebihan lainnya, teknologi Hyperloop ini dihadirkan secara terbuka atau tidak dipatenkan. Sehingga setiap orang bisa membangunnya dengan rancangan dari Elon Musk tersebut.
(110317/24)




