Biologi UGM Kembangkan Pusat Penelitian Biomarine Di Pantai Porok

JogjaUpdate.com (6/3/17), Mungkin banyak yang belum mengenal Pantai Porok di Kabupaten Gunungkidul. Di pantai ini, Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) akan mengembangkan sebagai pusat penelitian sumber daya laut dan pantai. Atau lebih singkatnya Pantai Porok akan menjadi pusat penelitian biomarine.

Hal ini terkait dengan upaya Pengembangan Ilmu dan Teknologi yang dilakukan Biologi UGM, khususnya dalam bidang biomarine. Menurut yang dirilis Jogja.TribunNews.com, Dekan Fakultas Biologi UGM Dr. Budi Setiadi Daryono mengatakan, pantai porok akan dijadikan Biomarine Science Research Center and Technopark.

Saat ini pengembangan stasiun penelitian di Kawasan Pantai Selatan Jawa sangat diperlukan. Apalagi Indonesia belum memiliki lapangan penelitian yang berfokus untuk meneliti sumber daya laut dan pantai di kawasan ini. Hal ini membuat penelitian tentang kelautan diarasakan masih sangat terbatas.

“Penelitian tentang kelautan masih terbatas, ditambah belum ada stasiun penelitian yang menggarap perairan selatan Jawa. Oleh karena itu, pengembangan stasiun penelitian di Pantai Selatan Jawa penting untuk menggali biodiversitas dan potensi sumber daya laut di kawasan ini,” ujar Budi pada Jumat (3/3/2017).

Dekan Fakultas Biologi UGM ini berharap dengan keberadaan stasiun penelitian ini dapat mengungkap fenomena laut dan potensi sumber daya. Terutama mengenai kekayaan sumber daya dan biomarine di kawasan perairan Selatan Indonesia. Selain itu juga bermanfaat bagi masyarakat setempat dan Pemerintah Daerah Gunungkidul.

Rencananya, Pantai Porok ini tidak hanya menjadi pusat penelitian bagi mahasiswa dan peneliti. Namun, juga sebagai tempat edukasi bagi masyarakat terkait biomarine. Karena itulah, direncanakan akan dikembangkan juga edupark yang hadir pada 2018 mendatang. Sehingga masyarakat dapat mengetahui hasil riset yang telah dilakukan.

Diungkapkannya, kalau sejak tahun 2010, Biologi UGM melalui hibah penelitian Indonesia-Managing Higher Education for Relevance and Efficiency (I-MHERE) berupaya untuk menggarap wilayah pesisir. Program ini dilakukan di Desa Kemadang, Kecamatan Tanjungsari, Gunungkidul. Kegiatan ini terkait dengan konservasi, tetapi juga mendukung program penigkatan kesejahteraan masyarakat pesisir pantai.

“Kami berupaya meningkatkan penguasaan kemampuan teknologi budidaya lobster, mikroalga, nori, serta ikan laut masyarakat sekitar. Selain itu, juga melakukan budidaya melon di kawasan pesisir di samping melakukan konservasi Pantai Porok,” ungkap Budi.

jogupcom on Instagramjogupcom on Tumblr
jogupcom
Adminnya JogjaUpdate

jogupcom

Adminnya JogjaUpdate

You May Also Like