Jebul Otak Wanita Lebih Aktif Dibanding Pria

JogjaUpdate.com (13/8/17), Selama ini banyak yang beranggapan kalau pria itu berfikir dengan logikanya, sedangkan wanita dengan perasaannya. Seakan-akan pria lebih jalan otaknya dibanding wanita. Padahal sebenarnya tidak seperti itu, jebul otak wanita lebih aktif dibanding pria.

Menurut yang dimuat Kompas.com, ada sebuah survei mengenai gambaran otak berbasis gender. Dalam suvei ini, para ilmuwan menemukan otak perempuan lebih aktif dibanding pria. Khususnya pada bagian korteks serebral (pengendalian dan fokus impuls) dan area emosional otak (suasana hati dan kecemasan).

Namun pada bagian yang terkait dengan visual dan koordinasi, otak pria lebih aktif dibandingkan wanita. Temuan ini menjelaskan mengapa wanita memiliki risiko penyakit Alzheimer yang lebih tinggi karena depresi dan gangguan kecemasan. Sementara pria memiliki tingkat gangguan konsentrasi dan pemusatan perhatian (ADHD) lebih tinggi dari wanita.

Ada lagi menurut laporan yang ditulis Daniel Amen, seorang psikiater dan pendiri Amen Clinics di California, dikatakan: “Perbedaan kuantitatif yang kami identifikasi antara pria dan wanita penting untuk memahami resiko berdasarkan gender terkait gangguan otak seperti penyakit Alzheimer.”

Ia dan timnya mengamati pemindaian otak dari 119 responden sehat dan lebih dari 26.000 pasien dengan berbagai kondisi kejiwaan. Termasuk truma otak, gangguan bipolar, gangguan mood, skizofrenia dan attention deficit hyperactivity disorder (ADHD). Mereka melihat 128 daerah otak untuk menentukan bagian mana yang lebih aktif pada wal dan selama pengerjaan tugas.

Peneliti mengukur aliran darah di otak mereka menggunakan single photon emission computed tomography (SPECT) ketika responden dan pasien mengerjakan tugas kognitif. Mereka berharap bahwa memahami perbedaan di antara pengamatan masing-masing individu dapat membantu memahami berbagai gangguan otak.

Dan faktanya, wanita menunjukan aliran darah lebih besar di korteks prefrontal dibandingkan pria. Ini menjelaskan mengapa wanita lebih di bidang empati, intuisi, kerjasama, pengendalian diri. Ditemukan juga peningkatan aliran darah di daerah limbik otak wanita, yang menjelaskan mengapa wanita lebih rentan pada kecemasan, depresi, insomnia dan gangguan makan.

Agung Pratnyawan on FlickrAgung Pratnyawan on GoogleAgung Pratnyawan on InstagramAgung Pratnyawan on Twitter
Agung Pratnyawan
Content Writer
Freelance Content Writer and Web Developer

Agung Pratnyawan

Freelance Content Writer and Web Developer

You May Also Like